Berita

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan (Foto: RMOL)

Politik

Karhutla Mengancam Tiap Kemarau, DPR Dorong Kesiapsiagaan

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Selain penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, pemerintah perlu memperkuat langkah mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan menilai pengawasan titik api atau hotspot harus dilakukan sejak dini. Kesiapsiagaan pemegang izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) juga harus benar-benar diperiksa di lapangan, bukan sekadar berdasarkan laporan administratif.

Ia juga mendorong pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam sistem deteksi dini karhutla.


“Selain penegakan hukum, mitigasi juga harus diperkuat: pengawasan titik api (hotspot) sejak dini, kesiapsiagaan pemegang izin PBPH harus benar-benar dicek di lapangan bukan hanya di atas kertas, dan libatkan masyarakat serta pemerintah daerah dalam deteksi dini,” ujar Daniel kepada RMOL, Sabtu 22 Agustus 2026.

Daniel mengingatkan ancaman karhutla selalu berulang, terutama saat memasuki musim kemarau. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarana pemadaman secara memadai hingga tingkat desa.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia ini setiap tahun selalu menghantui kita, maka dari itu pemerintah harus serius mengantisipasi dengan cara menyiapkan segala sarana prasarana penunjang pemadaman di setiap provinsi bahkan harus sampai ke desa-desa,” jelasnya.

Menurut Daniel, pengalaman penanganan karhutla sebelumnya menunjukkan keterbatasan peralatan dapat membuat api sulit dikendalikan dan merembet ke wilayah lain. Bahkan, masyarakat yang ingin membantu sering kali tidak memiliki peralatan yang memadai.

“Karena kalau seperti penanganan yang sudah-sudah maka kebakaran akan merembet ke mana-mana, peralatan seadanya, masyarakat mau ikut membantu alat tidak ada,” kata Legislator PKB ini.

Karena itu, Daniel mendorong pemerintah menyediakan anggaran khusus penanganan karhutla dalam jumlah memadai dan disiapkan sebelum bencana terjadi. Anggaran tersebut terutama diperlukan untuk pengadaan peralatan pemadaman serta alat pelindung diri (APD) lengkap bagi petugas maupun masyarakat yang terlibat dalam penanganan.

“Dari anggaran khusus penanganan kebakaran harus ada, ada tidak ada kebakaran harus ada anggaran cukup besar terutama untuk menyiapkan alat-alat, APD lengkap. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran,” tegas Daniel.

Daniel menambahkan, pemerintah harus menempatkan pencegahan dan kesiapsiagaan karhutla sebagai prioritas. Sebab, ancaman kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama saat musim kemarau.

“Kita harus serius dan memberikan prioritas dalam hal ini, karena ancaman ini terjadi kapan saja terutama saat musim kemarau,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya