Berita

Ilustrasi (Gemini AI)

Dunia

Ekonomi Iran Terancam Kolaps Akibat Tekanan Amerika Serikat

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 10:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pemimpin Iran mulai memperingatkan semakin beratnya tekanan ekonomi akibat perang, di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperketat tekanan terhadap Teheran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menyerukan agar perang segera diakhiri. Ia mengatakan blokade maritim telah menghambat impor dan ekspor Iran, sementara pemerintah mulai kesulitan memenuhi sejumlah kewajiban kepada pekerja, pensiunan, dan pegawai negeri.

“Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kita kuat dan dihormati dan seluruh dunia mengakui kemenangan kita,” kata Pezeshkian, dikutip dari Iran International, Sabtu 22 Agustus 2026.


Pezeshkian juga mengakui pemerintah Iran menghadapi keterbatasan keuangan. Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa perang membawa konsekuensi ekonomi yang semakin berat.

“Pemerintah menghadapi kendala keuangan. Saat kita meneriakkan slogan, kita juga harus menerima kesulitan yang menyertainya,” ujarnya.

Peringatan serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf saat berada di Baghdad. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk mempertahankan Iran jika kondisi ekonominya terus memburuk.

“Seberapapun besar kekuatan militer yang kita miliki, jika rakyat kelaparan dan kita tidak memiliki peredaran keuangan, pertumbuhan ekonomi, dan produksi dalam negeri, kita tidak akan bertahan,” kata Ghalibaf.

Pernyataan tersebut sejalan dengan tekanan yang sedang dibangun Washington. Trump menyebut langkah ekonominya terhadap Iran sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun” dan mengancam negara, perusahaan, serta lembaga keuangan yang masih membantu Teheran.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan tekanan ekonomi kini menjadi salah satu alat utama Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan Amerika akan menerapkan sanksi yang disebutnya sebagai “sanksi terberat dalam sejarah”.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak klaim bahwa tekanan tersebut akan berhasil. Ia mengatakan kampanye Trump akan gagal seperti kebijakan tekanan ekonomi AS sebelumnya.

“Pasti gagal. Kita sudah pernah melihat film ini sebelumnya,” tulis Araghchi di X.

Tekanan ekonomi Iran semakin terlihat dari aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Data awal Kpler menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi selat tersebut pada Kamis, 21 Agustus. Jumlah itu sekitar setengah dari hari sebelumnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya