Berita

Kepulan asap karhutla menyelimuti kawasan Bandar Udara H. Asan Sampit, Kalimantan Tengah. (Foto: Dok Kemenhub)

Nusantara

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Ratusan Penumpang Terdampak

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap operasional penerbangan. Penurunan jarak pandang akibat asap menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan dan mengalami keterlambatan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat dampak tersebut terjadi di sejumlah bandara, termasuk Bandara Singkawang (SKJ), Kalimantan Barat, dan Bandara Iskandar, Pangkalan Bun (PKN), Kalimantan Tengah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.


"Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Lukman dalam keterangannya, Sabtu 22 Agustus 2026.

Di Bandara Singkawang, asap karhutla menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026.

Pada 16 Agustus 2026, saat jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan yang terdampak antara lain:

TransNusa:

CGK-SKJ: 174 penumpang
SKJ-CGK: 153 penumpang

Super Air Jet:

CGK-SKJ: 180 penumpang
SKJ-CGK: 87 penumpang

Pada 18 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 2.000 meter, penerbangan yang dibatalkan meliputi:

TransNusa:

CGK-SKJ: 174 penumpang
SKJ-CGK: 174 penumpang

Super Air Jet:

CGK-SKJ: 180 penumpang
SKJ-CGK: 179 penumpang

Sementara pada 19 Agustus 2026, saat jarak pandang sekitar 2.500 meter, penerbangan yang terdampak yakni:

TransNusa:

CGK-SKJ: 164 penumpang
SKJ-CGK: 165 penumpang

Super Air Jet:

CGK-SKJ: 180 penumpang
SKJ-CGK: 180 penumpang

Selain pembatalan penerbangan di Kalimantan Barat, asap karhutla juga menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun (PKN), Kalimantan Tengah.

Sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal sebagai berikut:

CGK-PKN: 07.00 WIB menjadi 08.50 WIB
PKN-SRG: 07.30 WIB menjadi 09.38 WIB
SRG-PKN: 10.15 WIB menjadi 12.05 WIB
PKN-SUB: 10.45 WIB menjadi 12.34 WIB

Lukman menegaskan, penumpang yang terdampak akan mendapat penanganan dari masing-masing maskapai, berupa pengembalian dana atau perubahan jadwal penerbangan.

“Para penumpang terdampak mendapat penanganan berupa pengembalian dana penuh (full refund) atau perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan sesuai kebijakan masing-masing maskapai,” tegas Lukman.

Saat ini, Kemenhub juga terus memantau kondisi sejumlah bandara di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pemantauan dilakukan di tujuh bandara di Kalimantan Timur dan enam bandara di Kalimantan Utara.

"Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu," ujar Lukman.

Kemenhub mengimbau masyarakat yang akan bepergian dari dan menuju wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan karhutla serta dampaknya terhadap operasional penerbangan.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya