Berita

Ilustrasi

Bisnis

Hashim: Jangan Ada Oknum Borong Unit MBR Titip Nama Sopir hingga OB

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) rentan menjadi sasaran monopoli oleh oknum berduit. 

Mengantisipasi celah tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, secara tegas meminta agar pengelola menerapkan aturan kepemilikan yang ketat. Ia menginstruksikan agar prinsip 'satu pembeli hanya berhak atas satu unit apartemen' benar-benar ditegakkan, sehingga hak masyarakat kecil tidak terampas.

Dalam agenda Groundbreaking Hunian Manggarai di lahan KAI, Jakarta Selatan, Hashim menyoroti risiko pembelian massal oleh oknum yang kerap menggunakan identitas orang lain. 


"Jangan diborong ya, dari 3.000 (unit) nanti orang tertentu beli 300, 500 (unit) nanti titip siapa, titip sopirnya, atas nama sopirnya, atas nama office boy-nya, ini kita akui ini sudah terjadi di sejarah Republik Indonesia. So itu kita harus adil, satu pelanggan satu peminat satu apartemen," tegas Hashim, dikutip redaksi, Sabtu 22 Agustus 2026.

Ia mengingatkan bahwa kualitas bangunan yang bagus serta lokasi yang strategis pasti akan mendongkrak nilai properti di masa depan. Kondisi inilah yang perlu diantisipasi karena sangat berpotensi memancing oknum nakal untuk mengambil keuntungan.

Selain persoalan pemerataan distribusi unit, tantangan pasca-pembangunan juga menjadi perhatian utama. Hashim secara terbuka mengakui bahwa pemeliharaan fasilitas kerap menjadi kendala dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia, meskipun proses pembangunannya sendiri sudah dilakukan dengan sangat baik.

"Titik lemah kita terus terang saja adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali, dari dulu kita membangun bagus sekali, tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance ya," ungkapnya.

Hashim juga berharap standar kualitas apartemen tersebut bisa terus dipertahankan hingga bertahun-tahun ke depan. Ia ingin agar fasilitas ini dirawat dengan baik dan tidak mengalami kerusakan seperti berkarat atau bocor, sehingga tetap dalam kondisi prima saat ditinjau kembali oleh Presiden Prabowo Subianto pada sepuluh tahun mendatang.

Untuk memastikan perawatan berjalan optimal, Hashim juga mendorong pembentukan badan pengelola khusus di lingkungan tersebut. 

Mengingat kawasan itu nantinya akan dihuni oleh sekitar 3.700 nasabah BTN, Hashim mengusulkan agar para penghuni membentuk semacam asosiasi warga guna mengelola fasilitas dan kepentingan bersama secara mandiri.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya