Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nusantara

BMKG Bunyikan Alarm: El Nino Ekstrem Picu Karhutla, Hujan Baru Turun Oktober

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap tebal di sejumlah wilayah Indonesia kian mengkhawatirkan. Kondisi ini diperparah oleh hantaman fenomena El Nino berkekuatan sangat kuat yang memicu kemarau panjang. 

Merespons situasi krisis tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membunyikan alarm kewaspadaan dan menetapkan empat provinsi sebagai fokus utama penanganan.

Ketua BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta  mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat saat ini menduduki posisi puncak dengan jumlah titik panas terbanyak. Menempati daftar prioritas selanjutnya adalah wilayah Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Kalimantan Timur.


“Saat ini terkait dengan analisis titik panas untuk update 19 Agustus, ada empat provinsi yang menjadi prioritas. Yang pertama Kalimantan Barat, kebetulan jumlah hotspot-nya paling banyak ketua. Kemudian Kalimantan Tengah, selanjutnya Papua Selatan dan juga Kalimantan Timur,” kata Faisal dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Faisal, kondisi kering masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. BMKG memperkirakan pertumbuhan awan akan minim di sebagian besar wilayah Indonesia selama 10 hari mendatang.

“Untuk potensi pertumbuhan awan hingga sepuluh hari ke depan ini kami sampaikan bahwa diperkirakan masih minim di sebagian besar Indonesia terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Maluku, dan sebagian Papua,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat risiko kekeringan dan karhutla masih perlu diantisipasi. Faisal mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah perlu mewaspadai kondisi cuaca kering sebelum memasuki musim hujan.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas yang lebih luas baru mulai terjadi pada pertengahan Oktober. Sementara itu, upaya penanganan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dilakukan di sejumlah wilayah.

“Kalau dari prediksi BMKG Bapak Ketua mohon izin para anggota Komisi V, diperkirakan pada pertengahan Oktober musim hujan baru mulai datang Pak, pertengahan Oktober,” tuturnya.

Faisal menjelaskan OMC tidak hanya ditujukan untuk menangani wilayah yang mengalami karhutla. Operasi tersebut juga dilakukan untuk membantu daerah yang mengalami kekeringan, termasuk mengisi waduk.

“Seluruh operasi modifikasi cuaca di bulan Agustus tidak hanya untuk kebakaran hutan dan lahan di Riau juga kami sampaikan juga ada operasi yang masih berlangsung kemudian untuk Jawa Barat ini untuk pengisian waduk dan juga di IKN untuk pengisian waduk Sepaku Semoi di sana yang juga mulai mengalami kekeringan,” ujarnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya