Berita

Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 05:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komisi B DPRD DKI Jakarta menyepakati penambahan anggaran sebesar Rp60,60 miliar dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026.

Hasil pembahasan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

Ketua Komisi B Nova Harivan Paloh menjelaskan, anggaran sembilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra Komisi B dalam APBD 2026 sebesar Rp10,013 triliun.


Dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, pagu anggaran sembilan SKPD tersebut menjadi Rp11,432 triliun. Setelah pembahasan bersama Komisi B, jumlahnya menjadi Rp11,493 triliun.

Nova mengatakan, tambahan anggaran harus diikuti target program yang terukur. Setiap perangkat daerah juga perlu memastikan anggaran terserap secara optimal. Berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

Perhatian khusus diberikan terhadap pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Mendesak Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) lebih selektif menyetujui rencana bisnis perusahaan daerah.

“BP BUMD jangan memberikan persetujuan untuk membentuk anak perusahaan baru atau mengeksekusi rencana bisnis tanpa kajian yang relevan dengan kondisi fiskal dan subsidi saat ini,” kata Nova, dikutip dari laman resmi DPRD DKI, Sabtu 22 Agustus 2026.

Kajian tersebut perlu memperhitungkan kelayakan fiskal, skema operasional, serta kemungkinan munculnya tambahan beban Penyertaan Modal Daerah (PMD) maupun subsidi.

Komisi B juga meminta BP BUMD memperkuat indikator keberhasilan pembinaan perusahaan daerah. Penilaian tidak cukup hanya mengacu pada investasi BUMD.

“Harus ada peningkatan PAD, efisiensi, serta kesehatan perusahaan,” kata Nova.

Komisi B juga mendorong BP BUMD mengkaji investasi perusahaan daerah. Khususnya sektor transportasi publik, utilitas, dan bidang usaha lainnya. Kajian untuk memastikan setiap investasi bermanfaat ekonomi maupun pelayanan yang jelas.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi B Wahyu Dewanto menyampaikan sejumlah rekomendasi langsung kepada BUMD mitra kerja Komisi B.

Salah satunya ditujukan pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya). Komisi B meminta perusahaan mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air bersih. Sekaligus menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).

“Target NRW 32 persen pada 2025 gagal tercapai dan masih di angka 51 persen. PAM Jaya harus menyerahkan peta jalan penurunan NRW yang rinci, realistis, dan terukur,” kata Wahyu.

Komisi B juga meminta PAM Jaya memastikan target pelayanan air bersih 100 persen dapat tercapai pada 2029. Perusahaan diminta mengantisipasi risiko kebocoran pipa serta memastikan kebutuhan investasi memiliki dasar yang jelas.

Selain PAM Jaya, Komisi B memberikan sejumlah catatan kepada BUMD sektor transportasi. PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta), misalnya, diminta meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga standar keselamatan dan kualitas layanan.

“Evaluasi operator tidak hanya berbasis jumlah perjalanan, tetapi juga harus memasukkan ukuran keselamatan dan kinerja pelayanan,” kata Wahyu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya