Berita

Mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan memberikan kesaksian dalam sidang praperadilan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat 21 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Hukum

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 04:05 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan memberikan kesaksian dalam sidang praperadilan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat 21 Agustus 2026.

Dalam kesaksiannya dalam sidang permohonan praperadilan perkara Nomor 135/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL, Jasman mengaku mengenal Febrie cukup dekat. Pasalnya, ia pernah menjadi atasannya ketika Febrie menjabat Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi.

“Saya mengenal Pemohon ini cukup dalam. Sepanjang yang saya tahu, dia ini adalah orang yang jujur dan terutama manut sama pimpinan,” kata Jasman.


Menurut catatan, Jasman bekerja bersama Febrie selama lebih dari tiga tahun, sebelum dirinya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Tak berselang lama, Jasman kembali ke Kejaksaan Agung sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan, hingga Plt Jaksa Agung Muda Pengawasan dan pensiun pada 2016 

Kepada hakim tunggal, Jasman memaparkan mekanisme penanganan perkara korupsi dan menghubungkannya saat dirinya menangani perkara ketika menjabat menjadi Direktur Penyidikan Jampidsus.

Menurut Jasman, laporan dugaan tindak pidana dibuat oleh Kepala Subdirektorat dan dikonsultasikan kepada Direktur Penyidikan yang nantinya akan menetapkan jadwal membahas perkara yang akan ditindaklanjuti.

Bila ada unsur dugaan tindak pidana perkara diputuskan untuk dilanjutkan dan Kepala Subdirektorat menyusun tim jaksa untuk melakukan penyidikan. Di samping itu, mulai juga pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti.

“Di Kejaksaan itu tidak boleh menyebut nama tersangka sebelum ada saksi-saksi, ada bukti, barulah ditetapkan tersangka,”  kata Jasman.

Secara teknis, ekspose penetapan tersangka, lanjut Jasman, dapat dilakukan secara berjenjang mulai dari Direktur Penyidikan, Jaksa Agung Muda hingga pimpinan tertinggi Kejaksaan. Kemudian, tersangka ditetapkan, dan proses penyidikan berlanjut sampai pemberkasan.

Dari sini, Jasman menegaskan bila jaksa bekerja berdasarkan arahan pimpinan melalui forum ekspose.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya