Berita

Organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Pati menggelar doa bersama di Alun-alun Pati. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ormas se-Pati Gelar Doa Bersama, Kompak Sepakat Jaga Kondusifitas

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 02:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Pati menggelar doa bersama. Mereka menyuarakan sikap untuk Pati yang damai, aman, kondusif dan bermartabat.

Pantauan di Alun-alun Pati, berbagai ormas hadir mulai pukul 19.45 WIB. Mereka datang dengan mengenakan kostum identitas masing-masing ormas.

Doa bersama dan pernyataan sikap ini dibuka sambutan oleh Ketua Panitia Ahmad Sulaim Habibi. Pada kesempatan itu, ia mengajak peserta berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, damai, dan kondusif.


"Kita berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, dan damai kondusif dan bermartabat," kata Sulaim saat memberikan sambutan dari atas panggung, Jumat 21 Agustus 2026.

Acara dilanjutkan dengan pernyataan sikap secara bersama-sama. Peserta menyalakan lilin dan lampu ponsel masing-masing. Mereka bersama-sama mengucap pernyataan sikap.

Adapun pernyataan sikap dipimpin oleh Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid. 

"Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai kondusif dan bermartabat sebagai rumah bersama seluruh warga," kata Majid saat menyatakan sikap.

Lebih lanjut pernyataan sikap selanjutnya mendukung menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi namun menolak sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara provokatif, intimidatif, anarkis dan tidak beretika serta berpotensi memecah persatuan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat mengedepankan dialog, musyawarah, kehormatan terhadap hukum serta menjaga adat etika dan budaya santun dalam penyampaian pendapat," kata Majid.

Majid juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi belum terverifikasi, isu menyesatkan. 

"Kami mengajak seluruh warga memusatkan energi pikiran menjaga perdamaian serta membangun daerah sendiri," kata Majid.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya