Berita

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis 20 Agustus 2026 (Foto: Dok. BP Taskin)

Nusantara

Budiman Sudjatmiko:

MBG Harus Jadi Bagian Ekosistem Ekonomi Desa

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 23:23 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Digitalisasi desa harus diarahkan untuk menggerakkan perekonomian sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan, bukan berhenti pada digitalisasi pelayanan pemerintahan desa.

Demikian disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis 20 Agustus 2026.

“MBG harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa. Masyarakat berpenghasilan rendah jangan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam produksi dan rantai pasoknya,” kata Budiman, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.


Menurut Budiman, digitalisasi desa membutuhkan dukungan data yang akurat dan mutakhir untuk mengetahui kondisi warga, potensi ekonomi, serta menentukan intervensi pemerintah secara tepat sasaran.

Pendekatan tersebut, kata dia, harus terhubung dengan program prioritas nasional, termasuk Program MBG. 

Program MBG tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

Komoditas seperti telur, beras, sayuran, ikan, dan berbagai produk pangan lainnya dapat diproduksi masyarakat desa untuk kemudian disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Dengan pola tersebut, belanja pemerintah melalui program MBG sekaligus dapat menciptakan pasar bagi produksi masyarakat dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Budiman menilai digitalisasi memiliki peran penting untuk menghubungkan berbagai unsur tersebut, mulai dari data warga, potensi produksi, pembiayaan, kelembagaan ekonomi hingga akses pasar.

Dalam kegiatan tersebut, Budiman juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan aparatur desa. Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) turut menjadi bagian dalam ekosistem untuk memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja nyata di tingkat desa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog langsung bersama warga prasejahtera di Karangasem. Bagi BP Taskin, interaksi langsung tersebut penting untuk memastikan data digital tetap sesuai dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.

“Pengentasan kemiskinan bukan sekadar memberikan bantuan. Yang kita bangun adalah kemampuan masyarakat untuk menjadi berdaya, memiliki akses terhadap modal dan pasar, serta mampu mengembangkan potensi ekonominya sendiri,” kata Budiman.

Kegiatan Tilik Desa Digital tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, jajaran DPP PAPDESI, serta Perbekel Duda Timur I Gede Pawana.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya