Berita

(Foto: Dok. BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara)

Nusantara

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 19:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  selama 2 hari ini, yaitu pada periode Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026. 

"Pada periode pelaporan ini, seluruh kejadian baru merupakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Jumat 21 Agustus 2026.

Dia menyebutkan, kejadian karhutla pertama berada di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis 20 Agustus 2026.


"Lahan terbakar berada di wilayah Desa Lalang Kecamatan Manggar dan Desa Lenggang serta Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total lahan terbakar seluas 3,8 hektare," urainya.

Kemudian kejadian kedua, Berton mengatakan beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur sudah lebih dulu terdampak, yaitu pada Rabu, 19 Agustus 2026. Wilayah itu di antaranya Bondowoso, Blitar, dan Magetan.

Namun Berton memastikan, untuk di Bondowoso karhutla sudah berhasil dipadamkan sejak kemarin. Begitupun di Blitar yang melanda Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan juga berhasil ditangani.

"Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Keputusan Gubernur No. 100.3.3.3/327/013/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur yang berlaku selama 180 hari, sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026. Penetapan dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan bencana hidrometeorologi kering tersebut," papar Berton.

Selain itu, BNPB juga mencatat karhutla terjadi di wilayah Kalimantan yakni di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), dengan titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau.

Namun Berton mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi dua hari lalu di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut, dengan luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare. 

"BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis," ucapnya.

Wilayah lain di Kaltim yang juga mengalami karhutla yang cukup masif, disebutkan Berton yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan terjadi pada dia hari lalu di beberapa wilayah yakni di Desa Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu Kecamatan Kota Bangun.

"Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare," ungkapnya.

"Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke berbagai titik yang masih bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat," sambung Berton memaparkan.

Secara visual yang dilakukan BNPB kemarin, api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api.

"Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas," tuturnya.

Sementara di wilayah lainnya yang terjadi karhutla yaitu di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. 

Oleh karena itu, BNPB terus berkoordinasi dengan dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), sebagai upaya memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa titik wilayah-wilayah tersebut.

Lebih dari itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.

"Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman," kata Berton.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya