Berita

PGN Gagasterus memperluas layanan CNG (Foto: PGN)

Bisnis

Tak Terjangkau Pipa, PGN Perluas Akses Gas Bumi Lewat CNG di Yogyakarta

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha di Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), memperluas layanan Compressed Natural Gas (CNG) untuk pelanggan komersial di wilayah tersebut.

Berbeda dengan sistem perpipaan, CNG memungkinkan gas bumi dikompresi lalu diangkut menggunakan moda non-pipa menuju pelanggan. Skema ini memungkinkan PGN Gagas melayani lokasi yang belum terhubung jaringan pipa.

Di Jawa Tengah bagian selatan, termasuk Yogyakarta, volume penyaluran CNG dengan skema point-to-point kini mencapai sekitar 74.000 meter kubik per bulan. Layanan tersebut banyak dimanfaatkan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).


“PGN Gagas mengembangkan CNG Jawa Tengah Bagian Selatan, termasuk Yogyakarta, menggunakan skema klastering dan point-to-point. Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien,” jelas Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat 21 Agustus 2026.

Melalui skema point-to-point, gas bumi dikirim langsung dari sumber atau fasilitas pengisian ke pelanggan. Sementara skema klastering memungkinkan beberapa pelanggan dalam satu kawasan dilayani secara terintegrasi.

Model tersebut membuat pemanfaatan gas bumi dapat diperluas tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa. Bagi pelaku usaha, fleksibilitas pasokan menjadi penting, terutama untuk sektor Horeka yang membutuhkan energi secara rutin setiap hari.

Pemanfaatan CNG juga mulai mendukung fasilitas pelayanan publik. Di Magelang, Jawa Tengah, CNG digunakan untuk operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fasilitas tersebut menggunakan CNG untuk memasak sekitar 1.500-2.000 porsi MBG setiap hari. Penggunaan ini menunjukkan CNG dapat menjadi alternatif pasokan energi untuk berbagai kebutuhan operasional.

Santiaji menilai peluang pengembangan CNG di Jawa Tengah bagian selatan masih terbuka seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan layanan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang menarik seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata seperti perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Kehadiran layanan CNG diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi sekaligus mendukung produktivitas masyarakat,” ujar Santiaji.

PGN Gagas akan terus memperluas layanan CNG dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, keekonomian, dan potensi pasar di setiap wilayah. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas pemanfaatan gas bumi ke sektor usaha dan kegiatan produktif, termasuk di daerah yang belum terjangkau jaringan pipa.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya