Berita

Ilustrasi (Foto: PGN)

Bisnis

4.545 Rumah Terlayani Jargas, PGN Dorong Gas Bumi Dukung Usaha di Sleman

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 17:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, terus berkembang. Hingga 2026, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) telah melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial dan industri.

PGN juga mendorong pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat karena dinilai praktis, efisien, dan memiliki pasokan yang andal.

Salah satu pelanggan komersial PGN adalah RM Padang Payakumbuah Yogyakarta yang mulai menggunakan gas bumi sejak November 2024. Pasokan gas bumi disediakan melalui anak usaha PGN, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).


“Dua manfaat penting yang kami rasakan dari penggunaan gas bumi adalah keamanan dan kepastian pasokan. Keduanya sangat penting bagi bisnis kuliner karena kebutuhan bahan bakar berlangsung setiap hari, termasuk ketika aktivitas dapur sedang tinggi seperti saat libur panjang,” ujar Adi Saputra, Manajemen RM Padang Payakumbuah Yogyakarta, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026.

Restoran tersebut menggunakan sekitar 1.900-2.000 meter kubik gas bumi per bulan. Penggunaannya membuat biaya bahan bakar turun sekitar 30 persen, dari sebelumnya mencapai Rp40 juta menjadi sekitar Rp25-30 juta per bulan.

Efisiensi serupa dirasakan Nasi Goreng Pak Wit. Elin, pemilik usaha tersebut, mengatakan biaya bahan bakar yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per bulan kini turun menjadi sekitar Rp600 ribu setelah beralih menggunakan gas bumi dalam setahun terakhir.

Area Head PGN Semarang Sugianto Eko Cahyono mengatakan PGN terus mengoptimalkan jaringan gas yang tersedia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi yang telah tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan aspek keekonomian. Kami ingin memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat,” jelas Sugianto.

PGN juga menyediakan pemantauan instalasi dan layanan penanganan gangguan selama 24 jam. Setiap laporan pelanggan akan ditindaklanjuti oleh tim sesuai prosedur.

Dari sisi keselamatan, gas bumi disalurkan dengan tekanan rendah. Gas bumi juga lebih ringan daripada udara sehingga cenderung bergerak ke atas ketika terlepas. Karena itu, ventilasi yang memadai diperlukan untuk mencegah penumpukan gas apabila terjadi kebocoran.

Menurut Sugianto, keberadaan jargas tidak hanya menyediakan energi bagi rumah tangga, tetapi juga dapat membantu menekan biaya operasional dan mendukung produktivitas usaha.

“Bagi kami, keberadaan jargas bukan hanya mengenai tersedianya energi di rumah pelanggan. Ketika gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh restoran, UMKM, dan pelaku usaha lainnya, manfaat infrastrukturnya menjadi lebih luas karena ikut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” tutup Sugianto.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya