Berita

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari. (Foto: Dok. Bakom RI)

Politik

Hunian Vertikal Solusi Rumah Rakyat Berpenghasilan Rendah di Perkotaan

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 16:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembangunan hunian vertikal terjangkau di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan tempat tinggal berkualitas dan strategis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, saat menghadiri groundbreaking hunian Manggarai, Jumat, 21 Agustus 2026.

Qodari menegaskan bahwa konsep rumah susun vertikal menjadi opsi paling rasional untuk menjawab tingginya harga tanah dan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.


“Ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk perkotaan, desainnya adalah perumahan vertikal. Lahannya disediakan oleh KAI, pembiayaannya dari BTN,” kata Qodari.

Menurut Qodari, proyek ini lahir dari kolaborasi lintas instansi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Pemanfaatan lahan KAI dinilai amat krusial karena terhubung langsung dengan pusat aktivitas dan simpul transportasi publik, sehingga mampu menekan biaya operasional harian warga.

“Ini terobosan dari pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat, khususnya MBR, untuk punya rumah yang layak dan strategis. Tadi kita lihat mockup-nya, kualitas unitnya sangat bagus,” ujarnya.

Ia mengimbau agar proses pengerjaan berjalan sesuai target dan pengawasan distribusi unit dilakukan secara ketat agar tidak menjadi ajang spekulasi properti.

“Kita doakan pembangunan lancar dan dialokasikan tepat sasaran untuk mereka yang benar-benar membutuhkan,” tambah Qodari.

Bangun 8 Menara, Siapkan 3.784 Unit

Proyek rusunawa yang digarap KAI di Manggarai ini mencakup delapan menara dengan tinggi masing-masing 24 lantai. Total hunian yang disediakan mencapai 3.784 unit yang terbagi dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F.

Blok G terdiri dari 3 menara (Tower A 352 unit, Tower B 418 unit, dan Tower C 506 unit) dengan total 1.276 unit, sementara Blok F terdiri dari 5 menara (Tower 1 dan 2 masing-masing 572 unit, Tower 3 dan 5 masing-masing 528 unit, dan Tower 4 sebanyak 308 unit) dengan total 2.508 unit.

Adapun pilihan unit bervariasi mulai dari tipe studio (28 m2), tipe 36 dan 45 (2 kamar tidur), hingga tipe 52 (3 kamar tidur). Guna memastikan fasilitas subsidi ini tidak salah sasaran, seluruh calon penghuni diwajibkan melewati tahap verifikasi dokumen secara ketat oleh tim gabungan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya