Berita

Representative Image (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 15:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali berdampak ke Malaysia.

Departemen Pendidikan Sarawak melaporkan sebanyak 591 sekolah di 10 distrik yakni Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong terpaksa ditutup setelah kualitas udara memburuk hingga mencapai level tidak sehat.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap 197.323 pelajar, terdiri dari 107.590 murid sekolah dasar dan 89.733 siswa sekolah menengah.


Penutupan berlangsung selama dua hari sebagai langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa serta tenaga pendidik dari paparan udara tidak sehat. 

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar tetap berlangsung dari rumah.

“Pembelajaran dan pengajaran berbasis rumah (PdPR) akan diterapkan selama penutupan untuk memastikan pelajaran berlanjut tanpa gangguan,” kata Departemen Pendidikan Sarawak, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026. 

Kebijakan tersebut menjadi penutupan sekolah yang kedua akibat kabut asap dalam dua pekan terakhir. 

Pekan sebelumnya, sekolah di Serian juga ditutup selama tiga hari setelah indeks polusi udara (API) sempat melampaui angka 200.

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, API Serian kembali menembus kategori “very unhealthy” dengan angka 204. Sementara itu, Kuching berada di level 195, Samarahan 182, Sri Aman 179, Sarikei 158, dan Sibu 152. 

Berdasarkan klasifikasi API, angka 101-200 masuk kategori tidak sehat, sedangkan 201-300 tergolong sangat tidak sehat.

Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) memperingatkan kabut asap dapat bertahan beberapa hari ke depan jika pembakaran biomassa di luar Sarawak terus meningkat. 

Mengutip data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), sebanyak 7.286 hotspot terdeteksi di Kalimantan pada 1-19 Agustus, sementara di Sarawak tercatat 148 hotspot. 

“ASMC juga mengamati asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal di Kalimantan Barat yang bergerak ke utara menuju sebagian wilayah Sarawak bagian barat. Situasi titik api dan kabut asap dapat meningkat di daerah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kekeringan berkepanjangan dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas,” kata NREB.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya