Berita

Representative Image (Bakom RI)

Politik

12.880 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Atasi Karhutla Kalimantan

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan melalui operasi terpadu, khususnya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan, Jumat, 21 Agustus 2027, operasi pengendalian karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, hingga masyarakat.

"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.


Data operasi mencatat sedikitnya 12.880 personel gabungan telah dikerahkan di tiga provinsi prioritas. Rinciannya, 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.

Para personel melakukan pemantauan titik panas (hotspot) dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman darat. 

Operasi juga mencakup pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan di wilayah rawan untuk mencegah api kembali muncul. Dukungan udara turut disiapkan melalui helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Selain memperkuat personel dan peralatan, pemerintah juga membangun serta mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dilakukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas akibat kondisi kering. 

Keberadaan sumur bor diharapkan memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya