Berita

Menteri Keuangan AS Scott Bessent (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC)

Dunia

Bessent: AS Akan Hancurkan Ekonomi Iran

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 13:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan tekanan ekonomi maksimal terhadap Iran berpotensi mengurangi kebutuhan Washington untuk kembali melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap negara tersebut.

Bessent mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump akan meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi dan berbagai langkah ekonomi lainnya.

“Jika kita memberikan tekanan ekonomi maksimal, maka kemungkinan besar tidak akan ada pemulihan aktivitas ekonomi skala besar,” kata Bessent dalam wawancara televisi, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump mengumumkan rencana memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. AS bahkan berencana menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun yang memberikan “segala jenis bantuan” kepada Teheran.

Bessent mengatakan Washington juga akan meminta negara-negara sekutunya menentukan sikap dan ikut menerapkan kebijakan tersebut.

“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia,” ujar Bessent.

Ia menegaskan, negara yang tetap melakukan bisnis dengan Iran, termasuk mentransfer uang, membeli minyak, atau membantu pengiriman melalui laut, akan menghadapi tindakan tegas dari pemerintah AS.

“Jika Anda bersikeras melakukan bisnis dengan [Iran] ... Departemen Keuangan AS dan pemerintah AS akan mengerahkan seluruh kekuatan dan tenaganya untuk menindak Anda,” katanya.

Tekanan ekonomi tersebut, lanjut Bessent, akan berjalan bersamaan dengan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Teluk Oman.

“Ini adalah pukulan ganda. Kita memiliki blokade, dan kita akan menerapkan sanksi terberat dalam sejarah,” ujarnya.

“Kita akan meruntuhkan rezim ini,” tambah Bessent.

Bessent mengatakan pemerintah AS akan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan lebih rinci langkah-langkah yang akan ditempuh.

Kebijakan tersebut diberlakukan ketika konflik AS-Iran telah berlangsung hampir enam bulan. Tekanan terhadap ekonomi Iran semakin berat, ditandai dengan penyusutan produk domestik bruto (PDB) dan lonjakan inflasi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai kondisi tersebut belum tentu membuat perekonomian Iran segera runtuh. Iran masih memiliki kemampuan mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia.

Arus kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz saat ini juga masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak ancaman terbaru Trump. Ia menilai penguatan kebijakan yang selama ini gagal hanya akan berujung pada kekalahan dan meningkatkan permusuhan rakyat Iran.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya