Berita

Konferensi Pers Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) di Gedung Kemenko Perekonomian, Jumat, 21 Agustus 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Indonesia-EU CEPA Sepakat 90 Persen Tarif Barang Jadi Nol Persen

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sekitar 90 persen pos tarif perdagangan Indonesia dan Uni Eropa akan langsung menjadi nol persen melalui kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).

Kesepakatan tersebut dinilai menjadi game changer karena membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke Eropa sekaligus memperbesar peluang investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dokumen EU-CEPA versi Bahasa Inggris ditargetkan rampung dan ditandatangani pada Oktober 2026.


"Ini adalah game changer bagi Indonesia dan beberapa manfaat dari akses pasar di mana Indonesia nanti 90 persen post tarifnya langsung menjadi 0 persen dan ini akan berkurang secara bertahap," ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jumat, 21 Agustus 2026. 

Setelah penandatanganan, perjanjian tersebut akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi. Sementara di Indonesia, pemerintah telah berkonsultasi dengan DPR dan kemungkinan menggunakan mekanisme Perpres agar implementasinya lebih cepat.

Airlangga mengatakan ratifikasi EU-CEPA juga diharapkan dapat membuka potensi investasi dari Eropa. Saat ini, Eropa menjadi salah satu mitra investasi Indonesia di berbagai sektor.

"Indonesia tentu berharap dengan ratifikasinya perjanjian ini maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia karena saat sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia di berbagai sektor," katanya.

Dari sisi Uni Eropa, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi mengatakan kesepakatan tersebut diharapkan dapat mendorong investasi perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia.

Ratifikasi, kata Denis, akan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan Eropa untuk memanfaatkan potensi investasi di Indonesia. Sejumlah delegasi bisnis dari negara-negara Eropa juga disebut akan berkunjung ke Indonesia untuk mengambil peluang dari CEPA.

"Ratifikasi ini akan menarik investasi yang kuat dalam investasi di Indonesia bagi perusahaan Eropa," ujar Denis.

Pemerintah menargetkan perjanjian dapat ditandatangani pada Oktober dan diimplementasikan setelah mendapat ratifikasi dari kedua pihak. Indonesia juga telah mempersiapkan implementing agreement, termasuk peraturan pemerintah sebagai aturan turunan EU-CEPA.

Airlangga menambahkan percepatan ratifikasi penting karena fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia dari Uni Eropa akan berakhir pada akhir tahun ini.

"Sehingga kalau ini segera diratifikasi berarti gap antara fasilitas Indonesia dan EU-CEPA bisa nyambung," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya