Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rupiah kembali menguat terhadap Dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat 21 Agustus 2026. 

Penguatan ini membuka peluang bagi mata uang Garuda untuk melanjutkan tren positif menjelang akhir pekan.

Berdasarkan data Refinitiv, Rupiah dibuka naik 0,11 persen ke level Rp17.720 per Dolar AS.


Kinerja tersebut melanjutkan penguatan dalam dua perdagangan sebelumnya. Pada Kamis 20 Agustus 2026, Rupiah ditutup menguat 0,48 persen ke level Rp17.740 per Dolar AS, setelah sehari sebelumnya naik 0,14 persen.

Di pasar global, indeks Dolar AS (DXY) - yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama - melemah 0,10 persen ke level 98,799 pada pukul 09.00 WIB.

Pelemahan DXY terjadi setelah indeks tersebut sebelumnya ditutup naik tipis 0,06 persen.

Pergerakan Rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi dinamika pasar obligasi Amerika Serikat serta penantian data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026.

Tekanan terhadap Dolar AS muncul setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali obligasi pemerintah tenor 10-30 tahun menjadi sedikitnya 4 miliar Dolar AS dalam setiap operasi.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meredakan tekanan di pasar obligasi akibat kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal AS. Namun, langkah itu sempat memicu aksi jual Dolar AS karena pasar menilai tekanan dari defisit besar dapat bergeser dari kenaikan imbal hasil obligasi menjadi pelemahan mata uang.

Dolar AS sempat menguat tipis pada Kamis setelah imbal hasil obligasi kembali meningkat. Meski demikian, pelaku pasar masih meragukan efektivitas program pembelian kembali obligasi dalam meredam tekanan di pasar surat utang secara berkelanjutan.

Mata uang Asia lainnya juga tertekan pada pembukaan sesi Asia Jumat pagi ini. Yen Jepang pada pukul 06.18 WIB, tertekan 0,10 persen ke posisi 158.89, sementara Yuan China tercatat melemah tipis 0,10 persen di level 6.7250 per Dolar AS.

Sebaliknya, mata uang utama Eropa justru menunjukkan ketahanan terhadap greenback. Terpantau pada Jumat pagi Euro berhasil menguat tipis 0,08 persen ke level 1.1687, beriringan dengan Poundsterling yang turut mencatatkan penguatan 0,07 persen di posisi 1.3640 per Dolar AS.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pidato Ketua bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole. Pernyataan tersebut dinilai penting untuk melihat arah kebijakan suku bunga ke depan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis data NPI dan transaksi berjalan kuartal II-2026 pada Jumat 21 Agustus 2026.

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator untuk mengukur ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan arus modal internasional. 


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya