Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

BP BUMN Dorong PTPP Perbesar Skala Usaha Lewat Merger

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong percepatan transformasi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melalui skema merger dan restrukturisasi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria telah beberapa kali bertemu dengan manajemen PTPP untuk membahas rencana tersebut. Ia menilai penataan perusahaan perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh berlarut-larut.

Menurut Dony, merger menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan untuk memperbesar skala usaha, meningkatkan efisiensi, serta membangun struktur perusahaan yang lebih efektif. Setelah proses merger selesai, langkah berikutnya akan diarahkan pada restrukturisasi.


"Kita merger aja. Kita harus tahu berapa yang harus diabsorb (diserap), berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya enggak mau nanti ditunda-tunda," ujar Dony dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 21 Agustus 2026. 

Penataan tahap awal akan menyasar kondisi keuangan PTPP secara menyeluruh. Setelah merger, perusahaan akan menjalani restrukturisasi untuk membentuk struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan efisien.

Restrukturisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat bisnis inti PTPP yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan sekaligus meningkatkan efektivitas operasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari pembenahan fundamental BUMN Karya agar memiliki kinerja yang lebih sehat.

Melalui merger, PTPP diharapkan dapat memperbesar skala bisnis dengan menggabungkan sumber daya, kapasitas, dan kompetensi yang dimiliki. Skala usaha yang lebih besar diyakini dapat mendorong efisiensi sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

Dony menegaskan, seluruh proses transformasi akan disesuaikan dengan kondisi riil perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, PTPP diharapkan memiliki struktur usaha yang lebih sederhana, fokus pada bisnis inti, dan mampu mengoptimalkan potensi pertumbuhannya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya