Berita

Ilustrasi (Gambar RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Loyo Dihantam Ketegangan Geopolitik dan Lesunya Ritel

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa menghadapi tantangan berat pada penutupan Kamis 20 Agustus 2026 waktu setempat, ditekan oleh sentimen makroekonomi dan memanasnya geopolitik. 

Ancaman "perang ekonomi" dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran memicu lonjakan tajam pada komoditas minyak global. 

Prospek pasar semakin terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, pelemahan Dolar, serta lesunya pengeluaran diskresioner akibat menurunnya permintaan konsumen, terutama dari Tiongkok.


Secara keseluruhan, pergerakan bursa ekuitas utama Eropa ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Euro STOXX 50 turun 0,2 persen menjadi 6.432, sementara STOXX 600 berada sedikit di bawah garis datar pada 651. 

Di Jerman, DAX 40 merosot 0,4 persen ke level 25.983, mencatat titik terendah sejak akhir Juli dan memperpanjang tren kerugian untuk sesi keempat. Tekanan paling berat dialami bursa Prancis, di mana CAC 40 anjlok 0,6 persen menjadi 8.453, menorehkan rekor kerugian delapan hari berturut-turut hingga menyentuh level terendah dalam tiga minggu. 

Di Italia, FTSE MIB ditutup hampir tidak berubah di 52.666 di tengah ramainya dinamika merger dan akuisisi perbankan. 

Hal berbeda terjadi pada FTSE 100 Inggris yang tampil sebagai anomali dengan ditutup lebih tinggi, memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi tiga sesi berkat dukungan kuat dari sektor pertambangan dan energi.

Dari sisi sektoral, emiten barang mewah dan ritel menjadi penyumbang kerugian terbesar. Saham Kering anjlok 3,5 persen. Begitu juga dengan saham LVMH yang susut 3 persen dan Hermes terkoreksi 2 persen. 

Emiten ritel olahraga seperti Adidas dan Puma juga tergelincir. Sementara JD Sports di Inggris terjun bebas lebih dari 14 persen akibat pemangkasan proyeksi laba. 

Sektor industri penerbangan dan pertahanan, termasuk Airbus, Safran, Thales, dan Rheinmetall, turut mencatat pelemahan seiring lesunya sektor industri. Adapun saham Brenntag turun 1,2 persen setelah mendapat peringkat Underperform dengan target harga 55 Euro.

Sebaliknya, sentimen geopolitik yang mengerek harga minyak bumi justru membawa angin segar bagi emiten energi dan pertambangan. Perusahaan migas seperti Eni melesat 2,6 persen, disusul BP (2,5 persen), TotalEnergies (1 persen), dan Shell (0,7 persen).


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya