Berita

KH Marsudi Syuhud. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Kiai Marsudi Syuhud Kuda Hitam Caketum PBNU

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 06:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Atmosfer jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kali ini dinilai menghadirkan fenomena baru yang jauh lebih terbuka dan edukatif dibanding perhelatan sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh Muda NU yang juga Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Muhammad Afifi.

Menurut Afifi, keterbukaan panggung bagi para kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) PBNU mulai dari penggunaan fasilitas Gedung MPR hingga forum podcast memberikan kesempatan emas bagi para pemegang hak suara (muktamirin) dari tingkat Cabang maupun Wilayah untuk membedah secara langsung gagasan serta program kerja para calon.


"Muktamar sekarang sangat beda. Kandidat disediakan panggungnya untuk tampil. Ini sangat baik agar muktamirin bisa melihat bagaimana program ke depan," ujar Afifi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Di tengah dinamisnya bursa pencalonan dan beragam hasil survei, Afifi menyoroti kemunculan Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud sebagai figur yang sangat potensial. Ia menilai Kiai Marsudi bergerak secara senyap namun masif di akar rumput.

"Kandidat yang menarik dan jarang tersorot media itu KH Marsudi Syuhud. Beliau ini 'kuda hitam'. Gerakannya lancar dan banyak tidak terekam oleh tim sukses kandidat lain. Sosok model seperti ini yang berpeluang besar muncul sebagai Ketua Umum," ungkapnya.

Mengenal Kiai Marsudi sejak lama bahkan sempat ditugaskan mengajar di pondok pesantren milik Kiai Marsudi di Kedoya, Jakarta, Afifi paham betul karakter kepemimpinan mantan Sekretaris Jenderal PBNU tersebut.

Kiai Marsudi dinilai sebagai figur yang optimis, membumi, terbuka (welcome) kepada semua kalangan, serta memiliki rekam jejak (legacy) konkret di ranah internasional maupun nasional, seperti inisiatif program gerakan seribu dokter. Namun, nilai tambah utama Kiai Marsudi terletak pada keberpihakannya terhadap penguatan ekonomi warga.

Afifi yang juga Ketua Umum Aliansi Lingkar Advokasi, Sinergi, dan Tumbuh Usaha (ALASTU) ini menegaskan bahwa agenda besar Muktamar ke-33 NU di Jombang terkait pemberdayaan ekonomi umat hingga kini masih belum tuntas. 

Di tengah masih banyaknya warga Nahdliyin yang berjuang menghadapi kemiskinan, NU membutuhkan pemimpin yang memiliki pemetaan konkret untuk menyelesaikan persoalan riil tersebut.

"Warga NU butuh makan dan kesejahteraan. Ini tugas NU, dan sosok yang paling tergambar jelas pemetaannya untuk persoalan ekonomi kerakyatan adalah KH Marsudi. Beliau tahu metode pendampingannya, penguatan koperasinya, dan memiliki SDM yang mumpuni untuk menjalankan itu," jelas Afifi.

Menutup pandangannya, Afifi mengimbau para pemilik hak suara di Muktamar agar memilih sesuai hati nurani serta berfokus pada kebutuhan mendesak jamaah.

"Ideologi dan SDM itu penting, tapi pemenuhan kebutuhan riil masyarakat seperti ekonomi, kesejahteraan, dan kesehatan adalah hal utama. Muktamirin harus memikirkan itu agar Nahdliyin tidak merasa kehilangan arah dalam pemenuhan ekonomi umat," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya