Berita

Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Selly Andriany Gantina. (Foto: Dokumentasi Fraksi PDIP)

Politik

Legislator PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Total Komponen BPIH

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 04:08 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh komponen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027, termasuk memitigasi keuangan haji sebelum menaikan beban dan memicu pembiayaan.

Hal itu disampaikan, Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Selly Andriany Gantina yang menilai usulan BPIH 2027 sebesar sekitar Rp107,34 juta per jemaah atau naik sekitar Rp19,93 juta dari tahun sebelumnya harus dibuktikan lewat perhitungan yang transparan, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Nauzubillah min zalik jika terjadi. Hari ini negara kita sedang tidak baik-baik saja. Saat pelunasan kemarin, beberapa hari sebelumnya terjadi bencana Aceh, jika suatu saat terjadi bagaimana pemerintah bisa memtigasinya,” kata Selly kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.


Legislator PDIP dari Dapil Jabar VIII Indramayu dan Cirebon ini memahami penyelenggaraan haji menghadapi dinamika dengan perubahan biaya global dan perubahan standar layanan di Arab Saudi.

Namun, kenaikan harga BBM dan perubahan penghapusan layanan D ke kelas C tidak boleh serta-merta jadi acuan sebelum menaikkan biaya tanpa melakukan audit dan evaluasi menyeluruh. 

“Kita harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi jemaah,” ujar Selly

Menurut Selly, evaluasi harus dilakukan secara detail dan terperinci mulai dari komponen akomodasi di Makkah dan Madinah, konsumsi, transportasi darat, penerbangan, layanan Masyair di Arafah-Muzdalifah-Mina, sampai dengan biaya operasional dan layanan pendukung lainnya. Termasuk keterbukaan kontrak dengan penyedia layanan.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya