Berita

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi V DPR:

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 23:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR RI berharap penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak boleh terkendala persoalan anggaran.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan, pemerintah pusat harus memastikan seluruh kebutuhan penanganan bencana dapat dipenuhi, terutama mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah di NTT.

"Ya, yang sudah-sudah nanti mungkin pimpinan ya, pimpinan DPR akan melakukan rapat pertemuan khusus sebagaimana waktu penanganan Aceh, Sumatera terutama. Kita tunggu, kita tunggu. Tapi kita pastikan apapun yang terjadi, kendala apapun, saya kira harus secepatnya bisa kita tuntaskan. Termasuk anggaran ya," kata Huda kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026.


Legislator PKB itu mengatakan keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten/kota di NTT harus diantisipasi dengan keterlibatan penuh pemerintah pusat.

"Tadi teman-teman menanyakan misalnya anggaran di NTT cukup terbatas, anggaran kabupaten/kotanya, mau enggak mau harus ada keterlibatan penuh dari pusat. Saya kira ini sudah, saya meyakini sudah dipikirkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Huda, pemerintah pusat telah memberikan instruksi kepada kementerian dan lembaga teknis untuk bergerak menangani dampak gempa di NTT.

"Kita tunggu waktunya aja, kapan. Tapi setahu saya instruksi langsung ke kementerian teknis, lembaga teknis sudah jalan, gitu. Sudah jalan semuanya," ungkapnya.

Ia menambahkan, kementerian dan lembaga terkait saat ini tinggal melaporkan kebutuhan serta kekurangan yang masih ditemukan di lapangan. Dari laporan tersebut, pemerintah pusat dapat memberikan intervensi sesuai kebutuhan.

"Nah, mungkin nanti mereka tinggal report, memastikan kekurangannya apa, dan di situ saya kira intervensi bisa dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Atas dasar itu, Huda menegaskan bahwa anggaran tidak boleh menjadi persoalan yang menghambat penanganan gempa NTT, khususnya selama masa tanggap darurat.

"Enggak boleh. Jadi, jangan sampai ada, jangan sampai anggaran menjadi isu dari kendala penanganan gempa NTT," tegasnya.

Ia pun memastikan sejauh ini koordinasi anggaran untuk penanganan masa tanggap darurat berjalan dengan baik dan belum menemui persoalan berarti.

"Terkoordinasi dengan baik selama ini. Terutama di masa tanggap darurat ini enggak ada masalah apapun,” jelasnya.

Namun, untuk kebutuhan penanganan pascabencana, pemerintah masih melakukan penghitungan. Huda mengatakan pihaknya masih menunggu pembaruan informasi terkait kebutuhan anggaran setelah masa tanggap darurat berakhir.

"Dan kita berharap nanti pasca tanggap bencana, lagi dihitung, nanti belum dapat updatenya,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya