Berita

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 21:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wapres meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis sore, 20 Agustus 2026.

Kehadiran Wapres merupakan wujud kehadiran negara, karena menjamin keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab negara dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak adalah prioritas.


Di posko pengungsian, Wapres menyapa dan berdialog langsung dengan warga, termasuk menanyakan kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga akibat bencana ini. 

“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan bahwa dirinya telah meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak. 

Ia meminta kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan dan kebutuhan mendesak lainnya harus benar-benar sampai, termasuk kepada masyarakat di wilayah yang sulit diakses seperti pemukiman di pegunungan. 

“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” pintanya.

Wapres pun menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan darurat serta proses pemulihan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” tegasnya.

Kepada para pengungsi, Wapres berpesan agar untuk sementara tidak kembali ke rumah masing-masing yang mengalami kerusakan, mengingat potensi gempa susulan masih tinggi. Ia juga memastikan bahwa rumah warga, sekolah, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak akan segera diperbaiki.

“Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat (lainnya), nanti kita perbaiki. Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungin sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” imbuhnya.

Gibran mendoakan seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, dan masih menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Tidak hanya menyapa dan berdialog dengan para pengungsi, pada kesempatan ini Wapres juga menyaksikan sejumlah mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang turut hadir bersamanya, memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. 

Para mahasiswa mengajak anak-anak mengisi waktu dengan bernyanyi dan bermain tebak-tebakan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya