Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Aparat Penegak Hukum Tak Boleh Main-main Tangani Kasus Karhutla

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 17:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR meminta aparat penegak hukum bersikap tegas dan konsisten dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi perhatian masyarakat di dalam negeri, tetapi juga mendapat sorotan masyarakat global lantaran berkaitan erat dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim.

"Komisi III berharap aparat penegak hukum menunjukkan sikap tegas dan konsisten dalam penegakan hukum kasus karhutla," kata Hasbiallah kepada RMOL, Kamis 20 Agustus 2026.


Hasbiallah menilai karhutla merupakan persoalan strategis yang tidak boleh ditangani secara main-main.

"Jadi kita tidak boleh main-main dalam penanganan kasus ini, tegakkan hukum secara tegas dan konsisten," kata Hasbiallah.

Hasbiallah juga mengapresiasi langkah penyidik Polri yang telah merampungkan empat kasus karhutla untuk selanjutnya dibawa ke meja hijau, lengkap dengan tersangka dan barang bukti. 

Saat ini terdapat sembilan kasus karhutla yang sedang dalam proses penegakan hukum. Dari sembilan kasus tersebut, empat kasus telah menetapkan tersangka. Tiga kasus berada di Riau dan satu kasus lainnya di Kalimantan Barat.

"Lima kasus sisanya kami harap segera dituntaskan dan siap dibawa ke pengadilan," kata Hasbiallah.

Lebih lanjut, Hasbiallah menilai penanganan kasus karhutla dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik internasional terhadap Indonesia. 

Menurutnya, kepastian hukum dan penegakan hukum yang tegas dan konsisten menjadi salah satu prasyarat penting dalam menciptakan iklim investasi dan bisnis yang kondusif.

"Dari penanganan kasus karhutla ini, sebenarnya ini juga bisa menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik global terhadap negara kita," kata Hasbillah.

Ia menambahkan, investor global dan korporasi multinasional membutuhkan kepastian hukum sebelum menanamkan modal dan menjalankan kegiatan usaha di suatu negara.

"Terutama investor global dan korporat multinasional, mereka sangat butuh adanya kepastian hukum dan penegakan hukum yang tegas dan konsisten sebagai prasyarat iklim investasi dan bisnis yang kondusif,” pungkas Hasbiallah.

Luas karhutla tercatat mencapai sekitar 202 ribu hektare dalam tujuh bulan pertama 2026. Dari angka tersebut, sekitar 95 ribu hektare terjadi hanya pada Juli, dengan sekitar 57 persen di antaranya berada di kawasan hutan.

Bahkan hingga 10 Agustus 2026, Indonesia telah mencatat 1.306 titik panas atau hotspot sepanjang Agustus. Angka tersebut meningkat sekitar 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya