Berita

Anggota DPR Fraksi PKB Rina Saadah. (Foto: Istimewa)

Politik

Legislator PKB Soroti Karhutla: Hukum Adalah Rem!

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 16:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dalam hal ini kementerian terkait diminta untuk memperkuat pencegahan dan penegakan hukum dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota DPR Fraksi PKB Rina Saadah berpandangan bahwa penetapan tersangka dalam kasus karhutla penting sebagai bukti negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi praktik pembakaran hutan dan lahan. 

"Tetapi saya kira kita perlu melihat persoalan ini satu tingkat lebih jauh," kata Rina saat dihubungi RMOL, Kamis 20 Agustus 2026.


Rina menilai ukuran keberhasilan penanganan karhutla harus dilihat dari dampak nyata di lapangan, seperti menurunnya titik api, berkurangnya luas lahan terbakar, terlindunginya masyarakat, serta tidak berulangnya kebakaran di wilayah yang sama.

Rina pun menyoroti luas karhutla yang mencapai sekitar 202 ribu hektare dalam tujuh bulan pertama 2026. Dari angka tersebut, sekitar 95 ribu hektare terjadi hanya pada Juli, dengan sekitar 57 persen di antaranya berada di kawasan hutan.

Bahkan hingga 10 Agustus 2026, Indonesia telah mencatat 1.306 titik panas atau hotspot sepanjang Agustus. Angka tersebut meningkat sekitar 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Artinya, kita sedang berhadapan dengan persoalan yang membutuhkan kecepatan sistem, bukan hanya kecepatan pemadaman,”  kata Rina.

Rina menegaskan, penegakan hukum dan pencegahan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan sebagai satu sistem yang saling menguatkan.

"Hukum adalah rem. Pencegahan adalah setir. Dan teknologi adalah mata kita untuk melihat sebelum api menjadi bencana,” kata Anggota Komisi IV DPR  ini.

Rina menyebut pemerintah telah memiliki berbagai perangkat peringatan dini untuk mengantisipasi karhutla. BMKG, kata Rina, telah memproyeksikan peningkatan risiko karhutla sejak Juli dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

"Maka pertanyaannya bukan lagi apakah kita memiliki data. Pertanyaannya: seberapa cepat data tersebut berubah menjadi tindakan?" kata Rina.

Menurut Rina, ketika BMKG mendeteksi potensi kekeringan, satelit membaca hotspot, dan suatu wilayah memiliki riwayat kebakaran berulang, negara harus segera mengambil langkah antisipasi.

"Saya mengharapkan sistem yang sudah jalan tetapi tegas yaitu data masuk, risiko dipetakan, wilayah prioritas ditetapkan, penanggung jawab ditunjuk, dan tindakan dilakukan sebelum api membesar," kata Rina.

Ia mendorong agar sistem peringatan dini karhutla tidak berhenti pada pemberian informasi, tetapi benar-benar menjadi sistem aksi dini.

"Kita membutuhkan early warning system yang benar-benar menjadi early action system," demikian Rina.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya