Berita

Kabut tebal mengganggu aktivitas masyarakat Banjarbaru. (Foto: Media sosial)

Presisi

Polda Kalsel Selidiki Karhutla di Banjarbaru

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) tengah menyelidiki kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kota Banjarbaru.

"Untuk sementara data dari Ditreskrimsus masih lidik," kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Nur Khamid kepada RMOL, pada Kamis 20 Agustus 2026.

Nur mengatakan, pihaknya membuka peluang memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangannya, baik dari perorangan atau pihak perusahaan.


Pasalnya, kata Nur, ada dugaan karhutla karena adanya unsur kesengajaan.

"Apakah faktor perorangan, maupun penyebab alam yaitu gambut," kata Nur.

Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis kualitas udara di Banjarbaru telah menembus tingkat risiko tertinggi dan masuk dalam kategori "Berbahaya" bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data pemantauan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) dari stasiun BMKG Banjarbaru, grafik polusi udara melonjak tajam melampaui ambang batas emisi konsentrasi PM2.5 yang ditetapkan pada angka 55 µgram/m3 menyusul menguatnya sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

BMKG mengategorikan kualitas udara berdasarkan tingkat konsentrasi PM2.5 menjadi lima rentang: "Baik" (0-15.4 µgram/m3), "Sedang" (15.5-55.4 µgram/m3), "Tidak Sehat" (55.5-150.4 µgram/m³), "Sangat Tidak Sehat" (150.5-250.4 µgram/m3), dan "Berbahaya" untuk tingkat konsentrasi di atas 250.4 µgram/m3.

Asap tebal juga turut mengganggu lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya