Berita

Dapur umum yang didirikan Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Dapur Umum Kemensos di Nagekeo Suplai Logistik Korban Bencana

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial (Kememsos) terus memberikan bantuan kepada warga terdampak gempabumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Kabupaten Nagekeo dengan membuka dapur-dapur umum.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, perhatian Pemerintah saat ini diarahkan pada kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

“Mereka yang masih mengungsi harus bisa makan, punya tempat berlindung yang layak, dan kebutuhan sehari-harinya tersedia. Tim di lapangan terus melihat apa yang masih kurang, itu yang kita tindak lanjuti,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kemensos, Kamis 20 Agustus 2026.


Gus Ipul mengungkapkam, hingga Rabu 19 Agustus 2026, petugas masih berada di lapangan untuk melayani warga di pengungsian, menyalurkan bantuan, mengoperasikan dapur umum, serta melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat.

Penanganan dilakukan di tujuh kecamatan terdampak, yakni Boawae, Mauponggo, Keo Tengah, Wolowae, Aesesa, Aesesa Selatan, dan Nangaroro. Berdasarkan laporan sementara per 19 Agustus, sebanyak 3.042 kepala keluarga (KK) atau 12.170 jiwa yang terdampak.

Adapun sebaran warga terdampak sementara tercatat di Kecamatan Boawae sebanyak 274 KK atau 1.379 jiwa, Mauponggo 1.268 KK atau 4.229 jiwa, Keo Tengah 456 KK atau 1.437 jiwa, dan Wolowae 196 KK atau 739 jiwa.

"Sementara di Kecamatan Aesesa tercatat 4.386 jiwa, Aesesa Selatan 970 jiwa, dan Nangaroro 1.759 jiwa," sambungnya.

Warga saat ini berada di sejumlah titik pengungsian, baik secara komunal maupun mandiri. Di Kecamatan Aesesa, titik pengungsian antara lain tersebar di Desa Anakoli, Desa Lape, Dadiwuwu, Malaruma, serta sepanjang Jalan Desa Aelape hingga SDLB. 

Sebagian warga juga memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah masing-masing.

Hingga 19 Agustus, enam orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo. Kemensos bersama pemerintah daerah saat ini masih melakukan proses verifikasi dan validasi data korban meninggal maupun korban luka.

Kemensos akan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta untuk setiap korban setelah proses verifikasi dan validasi selesai.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya," kata Gus Ipul.

Gempa juga mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas pelayanan masyarakat. Data sementara mencatat 4.829 rumah terdampak, terdiri atas 1.702 rumah rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan.

Selain rumah warga, sebanyak 110 fasilitas dilaporkan terdampak, meliputi 85 fasilitas pendidikan, delapan fasilitas kesehatan, dan 17 tempat ibadah. Data kerusakan tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen di wilayah terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan makan warga, dapur umum Kemensos di Lapangan Kantor Kapet, Kecamatan Aesesa, terus beroperasi. Sejak dibuka pada 17 Agustus, kapasitas produksinya meningkat mengikuti kebutuhan di pengungsian.

Pada hari pertama, dapur umum memproduksi 1.000 porsi. Produksi kemudian meningkat menjadi 3.000 porsi pada 18 Agustus dan 4.000 porsi untuk dua kali makan pada 19 Agustus. Dalam tiga hari, sebanyak 8.000 porsi makanan telah disiapkan untuk warga terdampak.

“Jumlah makanan yang disiapkan tentu mengikuti kebutuhan warga. Karena itu, teman-teman yang mengelola dapur umum terus berkoordinasi dengan petugas yang melakukan pendataan. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan tetapi belum terlayani,” kata Gus Ipul.

Selain pelayanan permakanan, logistik kedaruratan juga terus disalurkan ke Nagekeo. Melalui Sentra Efata Kupang, Kemensos telah mendistribusikan bantuan senilai Rp475.102.995.

Bantuan tersebut terdiri atas 206 paket makanan anak, 150 paket family kit, 150 paket kids ware, 213 lembar kasur, 300 lembar selimut, 200 lembar tenda gulung, 101 velbed, 60 paket sandang dewasa, empat unit tenda keluarga, serta dua unit tenda serbaguna.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat tanpa harus menunggu seluruh logistik tiba dari gudang, Kemensos juga melakukan belanja langsung sebanyak 500 paket sembako.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya