Berita

Pembukaan tahap regional Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-6 Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia tahun 2026, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu kemarin, 19 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Dari Debat Hukum, Bawaslu Dorong Gen-Z Kawal Pemilu 2029

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Puadi, resmi membuka tahap regional Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-6 Antarperguruan Tinggi se-Indonesia 2026. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu 19 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Puadi mengapresiasi partisipasi perguruan tinggi yang tahun ini mencatatkan rekor. Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang adu kemampuan berbicara, melainkan ruang akademik untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami dan merespons persoalan hukum pemilu.

"Tentu sampai tahap ini bukan sesuatu yang mudah bisa dilakukan, bukan sebuah perlombaan untuk menentukan siapa sebetulnya yang paling unggul dalam berdebat. Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekadar untuk menjadi juara, walaupun itu menjadi sebuah target," ujar Puadi, dikutip Kamis 20 Agustus 2026.


Ia mengatakan, Bawaslu ingin melihat bagaimana generasi muda, khususnya mahasiswa yang merupakan bagian dari Generasi Z dan Alpha, mampu membaca berbagai persoalan pemilu sekaligus memahami penegakan hukumnya.

"Kita ingin sebetulnya melihat ke depannya ini bagaimana mahasiswa sebagai satu generasi Z atau Alpha untuk bisa membaca persoalan-persoalan pemilu, untuk bisa membaca penegakan hukum pemilu," tuturnya.

"Oleh karena itu saya memandang satu kompetisi debat hukum ini sebagai salah satu ruang akademik yang sangat penting dalam membicarakan kegiatan ini terhadap apa yang dimaksud dengan penegakan hukum pemilu di Indonesia," sambungnya.

Puadi menilai penyelenggaraan pemilu menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari politik uang, netralitas, disinformasi, politik identitas hingga pelanggaran kode etik. Karena itu, peserta dituntut melakukan penelitian dan membangun argumentasi berdasarkan data serta ketentuan hukum.

"Debat adalah tentang siapa yang mampu membangun argumentasi dengan apa, dengan hukum, dengan data, dengan logika dan juga nilai-nilai demokrasi itu sendiri," tegasnya.

Lebih jauh, Puadi berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan calon pemimpin hukum dan demokrasi yang mampu berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, serta menghargai perbedaan.

"Kompetisi lahir karena bukan kita melihat para debater yang hebat, tetapi juga kita ingin mencari calon-calon pemimpin hukum dan demokrasi yang mampu berpikir kritis, berani berargumentasi untuk bisa mempertanggungjawabkan menyampaikan pendapat, termasuk juga menghormati satu perbedaan," tambah Puadi.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan integritas selama kompetisi. Menurutnya, perbedaan pendapat harus disampaikan dengan argumentasi dan kritik harus didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Berbeda pendapatlah dengan argumentasi, kritiklah dengan data, jangan kata si pulan kata si ini, tapi ada data yang bisa dipertanggungjawabkan, ini lebih penting. Dan berkompetisilah dengan integritas," pungkasnya.

Puadi berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi turut melahirkan gagasan segar dan generasi muda yang dapat berkontribusi dalam memperkuat penegakan hukum pemilu, termasuk menghadapi Pemilu 2029.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya