Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia yang juga Dosen Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif'an. (Foto: Istimewa)

Politik

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah cepat pemerintah terkait penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kelima pasca gempabumi, dinilai bukan sekadar soal percepatan tetapi juga harus dirasakan oleh masyarakat.

Pada hari kelima pascabencana, pemerintah kembali memberangkatkan lima pesawat yang membawa 65 ton logistik untuk masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah diangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, turut meninjau langsung persiapan pengiriman bantuan di Posko Bantuan NTT, Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026. 


Respons cepat pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Dosen Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif'an. 

Menurutnya, kecepatan pemerintah dalam merespons bencana merupakan hal positif yang perlu diapresiasi, terutama karena masyarakat dalam kondisi darurat membutuhkan kehadiran negara secara cepat dan konkret.

“Pengiriman bantuan sejak hari pertama dan terus dilanjutkan menunjukkan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi saudara-saudara kita yang terdampak di NTT,” ujar Ali kepada RMOL, Rabu 19 Agustus 2026.

Dari perspektif politik pemerintahan, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia ini melihat, penanganan bencana tidak semata-mata berkaitan dengan distribusi bantuan, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.

“Kehadiran negara harus bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” kata Ali.

Menurut Ali, keterlibatan Seskab Teddy Indra Wijaya dalam memastikan proses pengiriman bantuan juga memperlihatkan pentingnya koordinasi di tingkat pemerintahan. 

Dalam situasi krisis, menurutnya, efektivitas penanganan sangat bergantung pada kemampuan berbagai unsur pemerintahan untuk bergerak dalam satu koordinasi.

“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh proses tersebut bermuara pada kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali menilai kehadiran pemerintah secara cepat juga memiliki dimensi terhadap kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat negara hadir pada saat mereka membutuhkan pertolongan, hal tersebut dapat memperkuat keyakinan publik terhadap kapasitas pemerintah dalam menghadapi situasi krisis.

“Ketika pemerintah hadir, bekerja cepat, dan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat, tentu itu menjadi modal positif bagi kepercayaan publik,” kata Ali.

Meski memberikan apresiasi, Ali menekankan bahwa respons cepat tetap perlu diikuti dengan pengawasan dan evaluasi agar bantuan yang telah dikirim benar-benar tepat sasaran. 

Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah bantuan yang diberangkatkan, tetapi juga dari efektivitas distribusinya hingga diterima masyarakat.

“Jangan sampai bantuan hanya berhenti pada proses pengiriman," pungkas Ali.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya