Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelegence)

Politik

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 19:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian pemerintah seiring fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung kuat pada 2026. Kondisi tahun ini memiliki kemiripan dengan El Niño 2015 yang dikenal sebagai salah satu periode dengan ancaman karhutla tinggi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa, 18 Agustus 2026. Pemerintah pun terus memantau perkembangan kondisi iklim bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk untuk mengantisipasi dampaknya terhadap potensi karhutla.

“Per hari ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG,” kata Raja Juli.


Berdasarkan data BMKG, El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi tersebut menunjukkan suhu muka laut di Samudera Pasifik lebih hangat dibandingkan kondisi normal dan berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkat karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif pada September-November 2026. Kondisi ini berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi tersebut kurang lebih menyerupai kondisi El Niño kuat pada 2015.

Fenomena El Nino yang datang lebih awal membuat kondisi cuaca menjadi lebih panas dan kering serta berlangsung lebih lama. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan memperbesar risiko munculnya asap. Citra sebaran asap pada 16 Agustus 2026 pukul 13.00 menunjukkan asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

Karena itu, Raja Juli mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang panas dan kering. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Jangan membakar lahan. Masyarakat dan korporasi harus sama-sama waspada. Bahkan puntung rokok pun jangan sampai dibuang sembarangan, karena dalam kondisi kering seperti ini bisa menjadi sumber api,” tegas Raja Antoni.

Raja Juli menegaskan Kemenhut terus berkoordinasi dengan BMKG dan melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kewaspadaan semua pihak menjadi penting untuk mencegah karhutla, terutama ketika kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dan panas dibandingkan periode normal.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya