Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Kesehatan

Pakar Polimer: Polikarbonat Bersifat Inert dan Rendah Toksisitas

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC). 

Pakar Polimer Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Hafis Pratama Rendra Graha, menjelaskan polikarbonat memiliki sifat inert sehingga tidak mudah bereaksi dengan senyawa lain dan umumnya memiliki toksisitas yang sangat rendah.

Menurut Hafis, sifat tersebut membuat polikarbonat memiliki durabilitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Material ini juga banyak digunakan untuk berbagai produk, termasuk lensa kacamata.


"Polikarbonat yang digunakan untuk galon guna ulang adalah inert. Artinya, senyawa polikarbonat itu tidak mudah untuk bereaksi dengan senyawa-senyawa lainnya lagi sehingga toksisitasnya biasanya sudah rendah sekali," katanya dalam keterangannya kepada media dikutip di Jakarta, Senin 17 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, proses pembentukan resin polimer membuat sifat senyawa penyusunnya berubah. Senyawa seperti phosgene yang bersifat beracun dan BPA dengan toksisitas tinggi, setelah bergabung menjadi resin polimer, tidak lagi memiliki sifat yang sama seperti senyawa awalnya.

"Phosgene yang berupa gas beracun dan BPA, senyawa yang punya toksisitas yang tinggi, setelah bergabung menjadi resin polimer, sifatnya menjadi tidak berbahaya lagi. Dan orang tidak akan memahami hal ini jika tidak memiliki ilmu khusus di bidang polimer," katanya.

Sementara itu, Ketua Peneliti Universitas Airlangga (Unair), Dr. Sudarmaji, mengatakan hasil penelitian terhadap air minum dari galon guna ulang polikarbonat menunjukkan kadar BPA masih berada di bawah batas aman.

"Berdasarkan hasil penelitian kami, masyarakat tidak perlu merasa panik. Seluruh sampel air minum yang kami analisis memiliki kadar BPA yang masih berada di bawah batas aman," kata Sudarmaji.

Hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) juga menunjukkan risiko non-karsinogenik maupun karsinogenik masih dalam kategori aman. Meski demikian, Sudarmaji mengingatkan galon tetap perlu disimpan dan didistribusikan sesuai standar keamanan pangan, terutama dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan suhu tinggi yang dapat meningkatkan migrasi BPA.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya