Berita

tokoh pemuda Papua Natan Kuwan S.Ak. (Foto: Istimewa)

Politik

Tokoh Pemuda: Papua Butuh Akselerasi Bukan Efisiensi

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 23:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jelang peringatan 81 tahun kemerdekan Indonesia justru terjadi persoalan yang cukup ramai di kalangan masyarakat khususnya Masyarakat Papua. 

Pasalnya 11 Kantor pemerintahan yang tersebar di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa. Pembakaran terjadi bersamaan dengan protes massa terhadap penyaluran dana desa.

Permasalahan bermula saat pemerintah kabupaten Puncak awalnya melakukan penyaluran dana desa tahap I pada Selasa, 11 Agustus 2026. Setelah penyaluran, massa menggeruduk dan membakar kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK).


Kerusuhan di Kantor PMK Puncak juga menjadi pemicu aksi susulan di sejumlah titik. Massar mulai membakar fasilitas pemerintahan lainnya seperti Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol hingga Kantor Dinas Sosial dan Kantor Keuangan.

Selain itu sejumlah kantor pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar.

Menanggapi persoalan tersebut, tokoh pemuda Papua Natan Kuwan S.Ak. berpendapat bahwa pemerintah pusat tidak boleh sewenang-wenang menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan kondisi dari suatu daerah khususnya Tanah Papua.

“Yang menjadi titik utama dari kerusuhan ini adalah pengurangan dana desa yang dilakukan Pusat atas dasar efisiensi, ini tanah papua yang masih banyak sekali persoalan-persoalan dari mulai sosial, ekonomi, pendidikan, pembangunan belum lagi konflik yang berkepanjangan antara Negara dengan kelompok TPNPB,” ucap Natan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
 
Wakil Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang itu juga menilai juga menilai pemerintah harus mencari solusi sehingga kebijakan efisiensi ini tidak berujung menjadi sebuah kerusuhan.

“Dengan kerusuhan yang terjadi di tanah papua yang disebabkan efisiensi, berarti pemerintah belum terfokus memperhatikan Papua sebagai wilayah yang perlu diakselerasi. Papua butuh akselerasi bukan efisiensi,” jelasnya.

“Sebagai anak muda, saya tidak bisa menggambarkan indonesia emas seperti apa di 2045 jika pemerintah tidak memiliki framework mengakselerasi Papua untuk lebih berkembang karena jika papua tidak di akselerasi maka indonesia emas mungkin hanya akan dinikmati pulau pulau di luar papua, dan kebijakan efisiensi ini sudah menutup langkah akselerasi Pemerintah Pusat,” tambahnya. 

Natan juga menegaskan bahwa momen menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia pemerintah seharusnya merefleksi apa saja peran penting dalam membangun tanah papua karena belakangan polemik dan konflik tak henti henti berlangsung. 

“Saya menegaskan kembali untuk pemerintah pusat, jangan seenaknya dan tanpa pertimbangan dalam membangun papua di tengah isu konflik yang masih tinggi dan selalu memperhatikan berbagai pertimbangan dalam membuat kebijakan karena politik anggaran bukan sekedar hitung-hitungan di atas kertas, tapi ini adalah ikatan penting dalam tenun kebangsaan Indonesia,” pungkas Natan.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya