Berita

Petugas gabungan mengevakuasi bangunan yang runtuh akibat gempa NTT. (Foto: Istimewa)

Politik

Gerak Cepat Tangani Bencana Harus Jadi Standar Pemerintah

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gerak cepat pemerintah dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) diapresiasi pengamat politik Hendri Satrio.

Namun, Hensa, sapaan akrabnya. menilai respons cepat tersebut seharusnya bukan menjadi sesuatu yang istimewa. Kecepatan dalam merespons keadaan darurat semestinya menjadi standar kerja pemerintah ketika masyarakat membutuhkan kehadiran negara.

“Gerak cepat pemerintah menangani gempa NTT tentu patut diapresiasi. Tetapi, sebenarnya yang seperti ini memang harus menjadi standar pemerintah,” kata Hensa, Minggu, 16 Agustus 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu berpendapat, pemerintah telah menunjukkan bahwa koordinasi dan pengerahan sumber daya dapat dilakukan dengan cepat ketika menghadapi situasi mendesak.

“Artinya, pemerintah bisa cepat. Bisa langsung bergerak, bisa mengoordinasikan berbagai unsur ketika memang dibutuhkan,” ujarnya.

Hensa pun turut mengapresiasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang terlihat mengecek perkembangan penanganan gempa. Menurutnya, hal sederhana semacam itu tetap penting karena menunjukkan adanya perhatian dari pusat terhadap apa yang sedang berlangsung di lapangan.

“Teddy mengecek, memastikan perkembangan penanganannya seperti apa. Hal seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi dalam kondisi bencana memang harus dilakukan,” kata Hendri.

Karena itu, Hensa berharap pola serupa tidak hanya terlihat dalam penanganan gempa NTT. Kecepatan pemerintah, menurut dia, semestinya juga terasa ketika masyarakat menghadapi persoalan lain yang membutuhkan keputusan dan tindakan segera.

“Kalau untuk kondisi seperti ini pemerintah bisa bergerak cepat, ya bagus. Tinggal kemudian kecepatan seperti ini dijadikan kebiasaan, bukan pengecualian,” tutur Hensa.

Ia mengatakan, dalam situasi bencana, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Namun, Ia mengingatkan bahwa respons cepat pada fase awal juga perlu diikuti dengan konsistensi dalam penanganan setelah perhatian publik mulai berkurang.

“Biasanya yang juga penting itu setelah hari-hari pertama. Jangan cepatnya hanya ketika semua mata sedang melihat. Pemulihan masyarakat juga harus dikawal sampai selesai,” kata dia.

Hensa menilai, masyarakat pada akhirnya tidak hanya melihat pernyataan pemerintah seusai bencana, tetapi juga mengukur seberapa cepat bantuan sampai dan seberapa efektif koordinasi di lapangan.

“Komunikasi pemerintah akan jauh lebih kuat kalau masyarakat melihat sendiri negara hadir. Tidak perlu terlalu banyak mengatakan pemerintah bekerja kalau memang kerja itu terlihat,” ujarnya.

Menurut Hensa, respons ini dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kalau pola gerak cepat seperti ini bisa konsisten, masyarakat yang akan menilai. Pemerintah tidak perlu sibuk meminta pujian,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya