Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono saat menunggu pesawat TNI AU menuju wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 (M7) NTT, Sabtu malam, (15 Agustus 2026). (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 09:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penanganan darurat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto, langsung diimplementasikan Kementerian Sosial dengan meninjau langsung lokasi bencana.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, bersama sejumlah pejabat kementerian dan lembaga mendatangi wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 (M7), dan mengambil langkah-langkah darurat sesuai kebutuhan masyarakat.

"Tentunya di sana kita akan mengambil langkah-langkah ya, sekarang situasinya darurat," kata Agus Jabo, di BaseOps SUMA 1, Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.


Agus Jabo beserta rombongan menggunakan pesawat Boeing TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo.

Rombongan pejabat yang turut dalam perjalanan tersebut antara lain Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, KemenPU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus.

"Tentunya kita akan mengambil langkah-langkah darurat, apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, nanti akan segera kita penuhi ya, mulai dari logistik, kemudian kebutuhan BBM, kebutuhan listrik, kebutuhan sinyal, dan lain-lain,” sambungnya menjabarkan.

Ia menjelaskan, penanganan dilakukan guna membantu masyarakat terdampak bencana, dan bahkan khusus bantuan Kemensos telah mulai digerakkan sejak Sabtu siang. Guna mendukung tanggap darurat. 

“Jadi pada prinsipnya, kita akan hadir di sana, kemudian akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur," tuturnya.

“Sesuai tugas Kemensos, dalam situasi darurat tentunya kita akan memberikan kebutuhan-kebutuhan darurat, seperti permakanan, tenda untuk pengungsi, pakaian, termasuk pakaian ibu, pakaian anak-anak, dan kebutuhan darurat yang lain,” sambung Agus Jabo.

Lebih dari itu, Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) ini berharap, bantuan yang telah dikirim siang kemarin dari sejumlah titik dapat segera tiba di lokasi bencana, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera dapat terpenuhi.

Untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif, pemerintah juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di NTT serta kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi tersebut rencananya dilakukan di Ende pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah lokasi terdampak.

Setelah koordinasi, rombongan berencana meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Nagekeo yang disebut mengalami dampak cukup parah.

“Kemungkinan kita akan jalur darat dari Ende ke Nagekeo, karena di sana cukup parah, termasuk kalau dimungkinkan kita akan mendatangi tempat-tempat lain,” demikian Agus Jabo menanbahkan. 

Kementerian Sosial mengirimkan 48 ton beras untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain beras, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik kebencanaan dari sejumlah titik dengan total nilai sekitar Rp4,518 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar telah digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, Kids Ware, dan tenda serbaguna.

Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta untuk mendukung penanganan di Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Bantuan berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, dua paket bantuan dengan total nilai hampir Rp3 miliar juga sedang dalam proses pengiriman menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan tersebut antara lain mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya