Berita

Workshop School of Waste Influencers yang digelar tim kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (UNPAM) di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangsel. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Dua Kampus Siapkan Komunitas Punk Tangsel Jadi Pahlawan Edukasi Sampah

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 05:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan (Tangsel) mulai didorong mengubah stigma negatif mereka menjadi kekuatan untuk mengedukasi masyarakat soal sampah.

Upaya itu dimulai melalui Workshop School of Waste Influencers yang digelar tim kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (Unpam) di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Sabtu 15 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 2026 dengan gagasan mengubah stigma negatif komunitas punk menjadi “Pahlawan Edukasi Sampah Tangerang Selatan” melalui teknologi digital dan ekonomi kreatif.


Program tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam workshop, peserta dibekali kemampuan public speaking dan literasi lingkungan. Mereka juga dilatih membuat konten digital untuk menyuarakan kampanye anti-sampah di tengah persoalan sampah yang terjadi di Tangerang Selatan.

Bukan hanya bicara, peserta juga diajarkan produksi Eco-Merchandise yang membawa pesan kritik sosial-ekologi.

Ketua Tim PKM sekaligus pakar komunikasi, Ade Irfan Abdurahman mengatakan, program tersebut sebagai bentuk Rekayasa Sosial (Social Engineering).

"Kami membekali rekan-rekan punk dan jalanan anggota Komunitas Tasawuf Underground agar memiliki kepercayaan diri saat melakukan orasi di ruang publik atau membuat konten kreatif di media sosial melalui aplikasi Punk-Paign yang akan kami kembangkan," ujar Ade Irfan dalam keterangannya.
 
Pembina Tasawuf Underground, Ustaz Halim Ambiya menilai pendekatan tersebut penting karena komunitas punk tidak harus kehilangan identitas untuk melakukan perubahan.

“Tasawuf Underground adalah ruang transformatif di mana komunitas punk dibimbing melakukan perbaikan diri atau hijrah tanpa harus kehilangan identitas subkultur mereka,” kata Halim.

Menurutnya, workshop tersebut menjadi cara untuk mengarahkan energi perlawanan komunitas punk ke hal yang lebih produktif. Salah satunya dengan menjadikan mereka agen perubahan yang ikut membantu pemerintah menghadapi persoalan sampah melalui ekonomi kreatif.

Workshop juga memperkenalkan inisiasi aplikasi Punk-Paign, platform yang menggabungkan elemen tantangan peduli sampah (campaign) dengan toko daring untuk memasarkan karya kreatif komunitas. 

Kolaborasi UNIS dan Unpam diharapkan bisa membuka peluang kerja baru sekaligus perlahan mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada komunitas punk dan jalanan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya