Berita

Pengasuh Pondok Pesantren Ekologi dan Ketua Partai Hijau, KH Roy Murtadho (Gus Roy). (Foto: Istimewa)

Politik

Menyedihkan, PBNU Terima Konsesi Tambang

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 00:39 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  di bawah Rois Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menerima konsesi tambang dinilai menyedihkan.

“Ini menyedihkan. Cukup sentimentil dan melankolis, tapi memang harus diutarakan secara terbuka, secara dewasa," kata Pengasuh Pondok Pesantren Ekologi dan Ketua Partai Hijau, KH Roy Murtadho (Gus Roy) dalam keterangan resmi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sejauh ini, Gus Roy cukup lama terlibat dalam isu-isu sosial-ekologis di Kalimantan, termasuk melakukan penelitian, advokasi, hingga produksi film dokumenter bersama PusDok. 


Masuk lebih dalam, Gus Roy pun mengaku bertemu langsung dengan masyarakat yang menjadi korban aktivitas pertambangan.

“Saya berjumpa langsung dengan orang-orang korban tambang, bagaimana mereka digusur, dihancurkan ruang hidupnya dan tidak mendapat perlindungan apa pun,” kata Gus Roy.

Menurut Gus Roy, berbagai upaya untuk menyuarakan persoalan tersebut juga telah dilakukan salah satunya dengan mendatangi sejumlah instansi pemerintah. Namun, lagi-lagi suara masyarakat terdampak belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Sudah banyak mengetuk sana-sini, instansi pemerintah, tetapi diabaikan," kata Gus Roy.

Ketimbang menerima konsesi tambang, Gus Roy menilai seharusnya PBNU mampu membaca berbagai persoalan yang dihadapi warga Nahdliyin dan masyarakat luas pada abad ke-21, termasuk krisis ekologis yang semakin memburuk.

"PBNU gagal merumuskan dan menjawab masalah. Karena rumusan masalahnya tidak ketemu,” kata Gus Roy.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya