Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Pertamina Pastikan SPBU Aman, Pasokan BBM NTT Tetap Dipantau Pascagempa

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 10:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  PT Pertamina (Persero) memastikan jaringan penyalur bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengecekan awal menunjukkan tidak ada kerusakan pada fasilitas utama Pertamina maupun lembaga penyalur di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai Raya, dan sejumlah wilayah terdampak lainnya.

"Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dan berharap seluruh masyarakat terdampak berada dalam keadaan aman," ujar Baron saat dihubungi RMOL. Sabtu 15 Agustus 2026.


Meski tidak ditemukan kerusakan, Pertamina masih memantau operasional sejumlah SPBU sebagai langkah antisipasi. Pelayanan akan dipastikan berjalan setelah pemeriksaan fasilitas dan aspek keselamatan dinyatakan aman.

"Beberapa SPBU dalam monitoring operasionalnya sebagai langkah kehati-hatian hingga kondisi dinyatakan aman dan pemeriksaan fasilitas selesai," katanya.

Pertamina juga memantau dampak gempa terhadap infrastruktur pendukung distribusi BBM, termasuk gangguan listrik dan longsor di ruas Trans Ende–Bajawa. Ketersediaan stok serta jalur pasokan turut menjadi perhatian untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk memantau gangguan listrik serta longsor di ruas Trans Ende–Bajawa. Pertamina juga memantau ketersediaan stok dan menyiapkan pengamanan pasokan," ujar Baron.

Ia menegaskan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pemulihan operasional SPBU maupun distribusi BBM di wilayah terdampak.

"Keselamatan menjadi prioritas utama dan pelayanan akan dipulihkan setelah seluruh aspek keselamatan dan kesiapan operasional terverifikasi," katanya.

Gempa NTT sebelumnya dianalisis BMKG berpusat di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Peringatan dini pertama diterbitkan 2 menit 16 detik setelah gempa, disusul pembaruan pada pukul 05.09 WIB. Masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta mengikuti informasi hanya dari kanal resmi BMKG.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya