Berita

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Demokrat Bocorkan Isi Pertemuan Para Sekjen Koalisi Pemerintah

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 10:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan para sekretaris jenderal (Sekjen) partai politik koalisi pemerintah pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu, menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus menyatukan pandangan menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Begitu disampaikan Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.

Herman mengatakan, pertemuan tersebut dipimpin Sekjen Partai Gerindra Sugiono dan diikuti para sekjen partai koalisi pemerintah.


Menurutnya, pertemuan digelar setelah cukup lama para sekjen partai koalisi tidak bertemu. Kondisi itu, kata dia, terjadi karena Presiden Prabowo Subianto sebelumnya fokus menangani situasi ekonomi nasional.

“Ya pertama tentu pertemuan itu adalah untuk mempererat silaturahmi. Karena kan kami memang sudah lama tidak ada pertemuan. Dan memang lamanya pertemuan itu tidak terjadi karena Pak Prabowo kan fokus terhadap situasi ekonomi nasional dan lain sebagainya,” kata Herman.

Anggota DPR RI Fraksi  Demokrat itu mengatakan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan barisan, ide, dan gagasan terkait berbagai agenda politik ke depan.

“Nah, tentu ada ke depan ada banyak agenda-agenda politik yang ini harus betul-betul disatukan. Satu barisan, satu ide, satu gagasan, meskipun barangkali nanti ada banyak usulan dan pandangan pendapat,” ujarnya.

Herman mengapresiasi Sugiono yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Menurutnya, komunikasi antarpartai koalisi menjadi lebih cair setelah pertemuan itu.

Saat ditanya apakah pertemuan turut membahas RUU Pemilu, Herman mengakui bahwa agenda politik menjadi salah satu topik yang akan dibicarakan bersama.

Namun, dia menegaskan pertemuan pada Kamis malam belum membahas agenda tersebut secara substantif.

“Ya namanya juga kita entitas politik, kalau bertemu pasti ada banyak agenda politik yang dibicarakan. Ya salah satunya tentu ke depan ya, karena tadi malam belum ada sesuatu yang substantif yang kami bahas,” katanya.

Herman menyebut sejumlah agenda legislasi yang berpotensi dibahas bersama, mulai dari Undang-Undang Pemilu, UU Pilkada, UU Partai Politik, hingga aturan terkait rekrutmen penyelenggara pemilu.

“Namun ke depan tentu banyak agenda politik, ada Undang-Undang Pemilu, ada Undang-Undang Pilkada, mungkin juga Undang-Undang Partai Politik, terus kemudian Undang-Undang lain yang tentu juga berkaitan dengan turunannya. Ada rekrutmen penyelenggara pemilu dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menurut Herman, penyamaan pandangan diperlukan agar kepentingan seluruh partai dalam koalisi pemerintah dapat terakomodasi dengan baik.

“Ini kan harus disamakan supaya kepentingan seluruh partai-partai ya terakomodir dengan baik,” pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya