Berita

Tangkapan layar dari siaran CNN Indonesia

Presisi

Pascagempa, Polda NTT Perkuat Pengawasan Pesisir dan Pelabuhan

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, membuat aparat kepolisian langsung memperkuat kesiapsiagaan di sejumlah wilayah. 

Polda NTT mengerahkan personel untuk membantu evakuasi, menyiapkan lokasi pengungsian, serta memantau kondisi kawasan pesisir.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko meminta seluruh jajaran bergerak cepat untuk memastikan warga berada di lokasi yang aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun potensi bahaya di wilayah perairan.


Langkah kepolisian difokuskan pada tiga hal, yakni penyediaan posko di lokasi aman, pemantauan kondisi laut dan pelabuhan, serta penyampaian informasi kebencanaan secara cepat untuk mencegah kepanikan dan penyebaran hoaks.

Kapolda telah memerintahkan seluruh kapolres di NTT mencari lokasi yang aman untuk dijadikan posko bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Saya sudah perintahkan seluruh kapolres jajaran untuk mencari tempat yang aman guna dibangun posko-posko bantuan," ujar Rudi dalam telewicara di stasiun televisi. 

Posko tersebut akan menjadi titik koordinasi evakuasi dan penyaluran bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kepolisian juga memastikan lokasi yang dipilih tidak berada di area yang berisiko terdampak reruntuhan apabila gempa susulan terjadi.

Sebagai daerah kepulauan, NTT juga memiliki kerentanan terhadap dampak gempa dari wilayah laut. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polda NTT mengerahkan Direktorat Polairud untuk memantau permukaan laut, gelombang, dan situasi di sejumlah pelabuhan.

"Kami membantu evakuasi sambil terus memonitor. Secara khusus, saya telah mengerahkan anggota Direktorat Polairud (Polisi Air dan Udara) untuk memantau langsung permukaan air laut, kondisi ombak, maupun situasi di pelabuhan," katanya.

Pemantauan di kawasan pesisir dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin perubahan kondisi laut sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan tetap aman.

Meski BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami, potensi gempa susulan masih menjadi perhatian. Polda NTT pun memastikan siap membantu menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak terverifikasi.

"Kami siap mendukung BMKG. Apabila terjadi gempa susulan atau andai kata ada potensi bahaya lanjutan, kami akan membantu menginformasikannya secara langsung dan cepat kepada masyarakat," ujar Rudi.

Seluruh personel Polda NTT dilaporkan dalam kondisi sehat dan tetap bersiaga. Kepolisian bersama pemerintah dan unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan untuk mempercepat pemulihan serta menjaga situasi NTT tetap aman dan kondusif.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya