Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Makna di Balik Polis: Mengapa Perlindungan Finansial Berawal dari Janji Keluarga?

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di balik setiap keputusan mengambil perlindungan asuransi maupun perancangan keuangan, selalu ada alasan personal yang mendasarinya. Mulai dari keinginan orang tua melihat buah hatinya meraih pendidikan tinggi, komitmen antar pasangan untuk saling mendampingi, hingga ikhtiar menjaga ketenangan pikiran di masa tua.

Rangkaian dorongan emosional tersebut mendorong Prudential meluncurkan kampanye regional bertajuk "Janji, jadi nyata" di delapan pasar Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan. 

Inisiatif ini menyoroti bahwa tindakan nyata dalam mempersiapkan risiko hidup merupakan wujud kepedulian terhadap keluarga.


Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menjelaskan bahwa kesadaran akan perlindungan sering kali berakar dari janji sederhana kepada diri sendiri maupun orang-orang terdekat. 

Menurutnya, kesiapan finansial dan kesehatan berperan penting agar rencana masa depan keluarga dapat terus berjalan meskipun dihadapkan pada ketidakpastian.

“Karena pada akhirnya, yang kami lindungi bukan hanya kesehatan dan finansial, tetapi juga rencana dan masa depan yang ingin diwujudkan bersama keluarga,” ujar Karin, dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.

Sementara itu dari sudut pandang berbasis syariah, perlindungan finansial juga dinilai mengandung dimensi kepedulian sosial. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengungkapkan bahwa skema perlindungan syariah mengusung prinsip saling menjaga dan gotong royong (ta'awun). Melalui dana 'tabarru', para peserta saling membantu satu sama lain ketika ada anggota yang mengalami musibah atau membutuhkan manfaat perlindungan.

Pentingnya ketahanan finansial saat risiko kesehatan datang dirasakan langsung oleh Judith T. (44), seorang warga Jakarta. Judith sempat menghentikan polis asuransi yang dimilikinya, sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftar kembali pada awal 2024 setelah menyadari bahwa risiko kesehatan dapat datang tanpa diprediksi.

Keputusan untuk mempertahankan polis tersebut menjadi krusial ketika ia terdiagnosis penyakit kanker pada akhir 2025. Perencanaan yang telah disiapkannya membantu mengover proses perawatan medis yang harus dijalani.

"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika akhirnya membutuhkan perlindungan ini, saya merasakan langsung manfaatnya. Mempersiapkan perlindungan sejak awal memberi ketenangan untuk terus mendampingi keluarga," ujar Judith.

Kebutuhan masyarakat terhadap kepastian layanan asuransi tercermin dari realisasi pembayaran klaim. Sepanjang tahun 2025, Prudential Indonesia mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat. Pada periode yang sama, Prudential Syariah menyalurkan klaim sebesar Rp2,2 triliun kepada 68.922 penerima manfaat.

Tren tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp4,4 triliun bagi 161.194 penerima manfaat, sedangkan Prudential Syariah mendistribusikan Rp529 miliar untuk lebih dari 21 ribu penerima manfaat.

Di tengah dinamisnya industri asuransi jiwa nasional, kepatuhan terhadap pembayaran hak nasabah serta edukasi terkait risiko kehidupan tetap menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap instrumen perlindungan finansial.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya