Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

Kinerja Danantara Mampu Ubah Pesimisme Jadi Optimisme

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam melakukan perampingan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) mendapat apresiasi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. 

Pasalnya, melalui langkah pengurangan sejumlah komponen biaya, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, serta perjalanan dinas yang kerap dilakukan perusahaan pelat merah, angka penghematan biaya mencapai lebih dari Rp50 triliun.

"Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026


Sejak pertama kali dibentuk, Danantara sempat diliputi keraguan publik. Apakah aset negara bisa dikelola lebih produktif ketika dikonsolidasikan dalam payung Danantara?

Kini, sejumlah indikator kinerja mulai menjawab pertanyaan tersebut. Data terbaru menunjukkan, sejumlah BUMN mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan di era Danantara.

Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato tahunan di Gedung Parlemen Senayan, laba BUMN naik signifikan. Mulai dari laba PT Timah yang naik 804,7 persen, Pupuk Indonesia (naik 253 persen), Semen Indonesia (196,5 persen), Pegadaian (84,6 persen), Pertamina (80 persen), Pelindo (60,4 persen), BTN (40,8 persen), hingga Bank Mandiri (24,3 persen).

Selain itu, tercatat pula kisah turnaround dari dua BUMN yang sebelumnya merugi seperti Krakatau Steel dan Kimia Farma. Keduanya kini berhasil membukukan laba. Meski periode pencatatannya berbeda-beda, arah kinerjanya menunjukkan tren yang sama yakni angka positif.

Menurut Pengamat Komunikasi, Hendri Satrio, peran penting Danantara tak hanya sekadar membangkitkan kinerja BUMN, melainkan telah mengembalikan optimisme publik. 

"Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," kata pria yang akrab disapa Hensat itu, dalam keterangannya, Jumat 14 Agustus 2026.


Buah Perubahan Mendasar

Perbaikan kinerja BUMN saat ini dinilai bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari sejumlah perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN di bawah Danantara. Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, turut mengapresiasi kinerja positif Danantara dalam mereformasi BUMN. 

"Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre di Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026. 

Menurut dia, kemitraan tersebut mulai dari proses streamlining yang sedang dikerjakan oleh Danantara terkait pengurangan BUMN sehingga semakin efektif dan efisien.

"Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja. Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," papar Andre.

Dengan hadirnya Danantara, BUMN juga dinilai semakin fokus ke bisnis inti dan mengurangi aktivitas yang tidak menciptakan value. Streamlining membuat struktur, proses, dan biaya ditata ulang agar lebih ramping dan disiplin. Selain itu, aset negara di BUMN dioptimalkan agar menghasilkan return, bukan sekadar tercatat di neraca.

Melalui Danantara, sinergi antar-BUMN makin diperkuat untuk membuka peluang economies of scale dan economies of scope. Intinya, aset negara dinilai tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus menghasilkan value. Di sinilah peran Danantara dianggap menjadi penting.

“Reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara,” kata anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, dalam pernyataannya pada Jumat 14 Agustus 2026.

BUMN yang moncer dinilai bukan hanya soal aset besar. Ia lahir dari aset yang dikelola disiplin, organisasi yang efisien, dan manajemen yang profesional. Di sinilah Danantara menjadi penting memastikan kekayaan negara tidak sekadar dimiliki, tetapi benar-benar dikelola untuk menciptakan value yang lebih besar.

Perubahan ini disebut bukan sekadar restrukturisasi administratif, melainkan transformasi cara mengelola aset negara untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi Indonesia.

Jika sebelumnya pertanyaan publik berkisar pada apa bedanya Danantara dengan BUMN masa lalu? Hari ini beberapa jawaban mulai terlihat. BUMN semakin fokus, efisiensi semakin didorong, aset semakin dioptimalkan, dan profitabilitas mulai membaik.

Perubahan paling mendasar yang disorot adalah bergesernya ukuran keberhasilan dari sekadar siapa yang mengelola aset negara, menjadi seberapa produktif aset negara bekerja untuk Indonesia. 

Ini mencerminkan pergeseran paradigma dari kepemilikan negara atas modal menuju negara yang aktif mengelola modal kekayaannya yang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Selaras dengan petikan pidato Presiden dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Parlemen.

81 tahun yang lalu para pendiri bangsa (menetapkan) sebuah cita-cita, Indonesia yang berdaulat adil dan makmur. Indonesia yang kekayaannya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh hanya dinikmati (oleh) segelintir orang," kata Prabowo.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya