Berita

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di Nassau County Police Academy, New York, pada Jumat 14 Agustus 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube The White House)

Global

Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan Iran. 

Berbicara di New York pada Jumat, 14 Agustus 2026, waktu setempat, Trump mengatakan AS akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai “wilayah” AS setelah mengklaim Iran telah mengalami kekalahan dalam perang.

“Setelah kami selesai mengalahkan Iran, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” ujar Trump, dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.


Pernyataan tersebut berpotensi semakin meningkatkan ketegangan AS dan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia dan sebelumnya menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Kontrol atas selat tersebut kini menjadi salah satu persoalan utama dalam negosiasi antara AS dan Iran. Iran membatasi lalu lintas kapal di kawasan itu, sementara AS juga memberlakukan blokade.

Iran sendiri langsung menolak klaim Trump. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Selat Hormuz tidak bisa diambil alih hanya melalui pernyataan politik atau kekuatan militer.

“Selat Hormuz tidak bisa diambil alih hanya dengan sebuah unggahan, kapal induk, keputusan, ataupun pidato kampanye. Iran tidak takut terhadap ancaman,” tegas Gharibabadi.

Trump sebelumnya juga mengusulkan agar AS menjadi “penjaga” Selat Hormuz dan mengenakan biaya terhadap kapal yang melintas. Namun, pakar hukum menilai pengenaan biaya tersebut berpotensi bertentangan dengan hukum internasional.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya