Berita

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung (kedua dari kanan). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Bisnis

DPD RI: Ekonomi Positif, Tak Gelap seperti Bayangan Pengamat

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 21:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Capaian dan indikator ekonomi nasional yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan bersama MPR-DPR-DPD RI hari ini dinilai cukup melegakan.

Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung menilai tren pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan arah perbaikan yang nyata. Capaian positif tersebut sejalan dengan temuan berbagai lembaga independen maupun akademis.

"Semua data menunjukkan adanya pertumbuhan. Saya punya data dari BPS, lembaga riset di kampus, BRIN, hingga Universitas Hasanuddin. Datanya hampir sama," ujar Tamsil di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.


Senator asal Sulawesi Selatan ini menambahkan, pemerataan ekonomi juga mulai tampak dari penurunan angka rasio gini dari 0,38 menjadi 0,36. Penurunan ini menjadi bukti bahwa hasil pertumbuhan ekonomi mulai dinikmati masyarakat lapisan bawah.

Di sektor pertanian, kebijakan kepastian pasokan pupuk dan stabilitas harga komoditas saat panen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani.

Menanggapi isu maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Tamsil menilai fenomena tersebut merupakan imbas dari akumulasi kebijakan periode sebelumnya. Ia optimistis arah kebijakan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo akan segera membuka lapangan kerja baru secara masif.

"Perlindungan tenaga kerja juga terus membaik. Saat ini sudah ada regulasi yang menjamin Pekerja Rumah Tangga (PRT), termasuk kepastian standar upah. Ini langkah maju yang sangat positif," tuturnya.

Tak hanya itu, Tamsil mengacungkan jempol atas langkah tegas pemerintah dalam melakukan pemangkasan dan efisiensi di tubuh BUMN, yang terbukti menghemat anggaran negara hingga Rp51 triliun dalam kurun waktu satu tahun.

DPD RI juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana rasionalisasi sektor perbankan nasional. Tamsil menilai jumlah bank di Indonesia saat ini terlalu banyak dan idealnya dirasionalkan dari sekitar 100 bank menjadi 25 bank saja.

"Sisa aset dan potensi investasi dari rasionalisasi ini sangat tepat jika dialokasikan ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Begitu juga dengan penataan ulang izin bank asing di daerah agar menerapkan asas resiprositas yang adil," jelasnya.

Mengakhiri keterangannya, Tamsil menegaskan kondisi perekonomian nasional saat ini masih memiliki prospek yang sangat cerah.

"Jadi masih ada harapan, tidak 'gelap-gelap banget' seperti yang dikhawatirkan beberapa pengamat. Kita tidak bisa memvonis gagal karena indikator ekonominya bagus. Meski belum sempurna dan masih ada celah kelemahan yang diakui presiden, langkah perbaikan ini sangat patut diapresiasi," pungkas Tamsil.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya