Berita

Ilustrasi rencana membatasi pembelian BBM Pertalite untuk desil 9-10 (Sumber: Gemini Generated Image)

Bisnis

Siapa Masyarakat Desil 9 dan 10 yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 18:45 WIB | OLEH: TIFANI

Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Dalam rancangan kebijakan tersebut, masyarakat yang masuk kelompok pendapatan desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli BBM bersubsidi tersebut.

Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Dengan pembatasan tersebut, Pertalite diharapkan lebih banyak dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan subsidi dari pemerintah.

Meski demikian, pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil belum langsung berlaku. Pemerintah masih membahas mekanisme penerapannya, termasuk mempertimbangkan kemungkinan memulai pembatasan dari kelompok desil 10.


Siapa Desil 9 dan 10 yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pengelompokan ini tidak hanya ditentukan berdasarkan besaran pendapatan bulanan, tetapi mempertimbangkan berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga.

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Penentuan kelompok desil mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain: Karena itu, tidak ada angka pendapatan tertentu yang secara otomatis membuat seseorang masuk desil 9 atau 10. Peringkat desil ditentukan berdasarkan keseluruhan kondisi sosial ekonomi keluarga dan dibandingkan dengan keluarga lainnya.

Semakin baik kondisi rumah, semakin banyak aset yang dimiliki, semakin tinggi tingkat pendidikan dan pekerjaan, serta semakin sedikit anggota keluarga yang menjadi tanggungan, maka sebuah keluarga cenderung berada pada kelompok kesejahteraan yang lebih tinggi.

Arti Desil 1 sampai 10


Berikut gambaran kelompok kesejahteraan dalam DTSEN, mulai dari desil 1 hingga desil 10:

Desil 1: Sangat miskin

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan karena dinilai paling membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Desil 2: Miskin dan rentan

Kelompok desil 2 termasuk masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah. Kelompok ini masih menjadi prioritas tinggi penerima bantuan karena kondisi ekonominya tergolong rentan.

Desil 3: Miskin dan rentan

Desil 3 mencakup keluarga penerima manfaat yang masih memiliki kondisi ekonomi lemah. Kelompok ini dapat menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Desil 4: Rentan miskin

Kondisi ekonomi desil 4 relatif lebih baik dibandingkan desil 3, tetapi masih tergolong rentan. Kelompok ini dapat terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi lainnya.

Desil 5: Pas-pasan

Desil 5 menggambarkan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi yang relatif pas-pasan. Kelompok ini dapat menerima bantuan apabila kuota tersedia atau hasil verifikasi menunjukkan masih membutuhkan bantuan.

Desil 6: Hampir mampu

Kelompok desil 6 umumnya tidak tergolong miskin, tetapi kondisi ekonominya belum sepenuhnya mapan. Dalam kondisi tertentu, kelompok ini masih dapat diusulkan memperoleh bantuan berdasarkan pembaruan data.

Desil 7: Menengah ke bawah

Desil 7 merupakan kelompok masyarakat yang secara umum sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. Kelompok ini tidak menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial.

Desil 8: Menengah

Kelompok desil 8 memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil dan secara umum tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial.

Desil 9: Menengah ke atas

Desil 9 termasuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah ke atas. Kelompok ini dinilai sudah relatif mapan dan mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri sehingga tidak menjadi sasaran utama bantuan sosial.

Desil 10: Paling sejahtera

Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dalam pengelompokan desil. Kelompok ini dianggap paling mampu secara ekonomi dan tidak termasuk sasaran penerima bantuan sosial. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya