Berita

Kolase Ichsanuddin Noorsy dan Gubernur BI Destry Damayanti. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Ichsanuddin Noorsy: Gubernur BI akan Tetap Menjalani Lingkaran Setan

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 12:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kiprah Destry Damayanti yang menjabat Gubernur Bank Indonesia terus memunculkan sorotan terkait kondisi ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy menilai posisi Destry saat ini seperti mengulang kebijakan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengusulkan Boediono menjadi Gubernur BI dan ketika "melempar" Agus Martowardojo dari Lapangan Banteng ke Thamrin.

“Ini sama dengan membuat DPR tidak punya pilihan kecuali menyetujui subyektivitas Presiden Prabowo. Destry adalah bankir Bank Mandiri yang dikenal cermat dalam menganalisis ekonomi. Kecermatan dan kepekaan atas situasi saat ini memang dibutuhkan,” ujar Noorsy kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.


Lanjut dia, persoalan yang muncul yakni kondisi kekinian seperti yang disampaikan IMF. Di mana kondisi perekonomian nasional masih penuh ketidakpastian. 

“Artinya, Destry sebagai Gubernur BI juga menghadapi situasi nan gelap, suatu situasi yang sulit diprediksi. Bayangkan, anjloknya Cadangan Devisa RI yang pada Jan 2026 154,6 miliar Dolar AS menjadi 145,3 miliar Dolar AS pada Juli 2026. Artinya selama 7 bulan cadangan tersebut terkuras 9,3 miliar Dolar AS. Atau perbulannya kemampuan membayar utang dan impor berkurang 1,3285 miliar Dolar AS,” beber Noorsy.

Menurut dia, anjloknya cadangan itu juga membuktikan, instrumen moneter BI tidak ampuh. 

“Lihat kenaikan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia)  yang berada dalam kisaran 7,2 persen hingga 7,63 persen. Dampaknya adalah suku bunga tabungan pun naik. Imbal hasil SBN pun ikut melonjak,” tegas Noorsy.

Ekonom yang mengusung kembali ke UUD 1945 asli ini menyebut pada level tersebut juga terjadi persaingan suku bunga antara SRBI, SBN, bunga tabungan, dan bunga bank sentral AS (Fed fund rate). 

“Pemilik modal pun lantas menoleh prosentase kejatuhan nilai tukar yang berkisar di atas 10 persen. Saat yang sama, Indonesia tergantung pada utang, impor energi, impor bahan baku dan bahan penolong. Juga impor teknologi dan jasa lainya,” ungkap dia.

Masih kata Noorsy, maka kecermatan dan kepekaaan atas situasi ekonomi global, regional dan nasional tidak cukup mampu mengatasi lingkaran setan pelemahan rupiah yang berkesinambungan. 

“Jelas, soalnya bukan hanya penting siapa yang menjadi Gubernur BI. Tapi bagaimana sebenarnya sistem ekonomi Indonesia secara struktural, fundamental, dan fungsional. Data yang saya miliki sejak 1964 hingga saat ini, sebagaimana tersaji dalam materi presentasi dan buku-buku saya membuktikan, dalam aspek fiskal dan moneter, Indonesia masih terjajah,” bebernya lagi. 

“Ini peringatan sangat mendasar di saat kita merayakan 81 tahun Indonesia merdeka. Mengatasinya? Saya sudah menyampaikan ke jejaring rezim bagaimana Manifesto Ekonomi Konstitusional. Buat Destry Damayanti, selamat menekuni lingkaran setan itu,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya