Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

DPR Tagih Peran Danantara untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 09:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan capaian tersebut menunjukkan mulai terlihatnya dampak sejumlah program prioritas nasional terhadap perekonomian.

"5,29 persen itu adalah pertumbuhan di kuartal kedua tahun 2026. Akumulasi untuk semester pertama itu sudah di 5,4 persen. Artinya bahwa di kuartal kedua ini ternyata mulai terasa arah kebijakan program prioritas nasional kita, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Kamrussamad kepada media, di Gedung Parlemen DPR RI, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.


Meski demikian, Kamrussamad mengingatkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tidak mudah dicapai.

Menurutnya, pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh sumber pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat empat sumber utama yang harus didorong, yakni belanja negara melalui APBN, investasi asing langsung (PMA), investasi domestik, serta investasi yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dari sejumlah sumber tersebut, kontribusi Danantara menjadi salah satu hal yang masih ditunggu DPR.

"Ini yang kami belum dapatkan hitungannya di DPR dari pemerintah, khususnya dari Danantara," jelasnya.

Karena itu, Kamrussamad meminta Danantara Investment Management (DIM) segera memberikan gambaran konkret mengenai kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dan kita minta DIM (Danantara Investment Management) untuk segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai SOE (State-Owned Enterprise). Ini yang kita tunggu," tambah dia.

Di sisi lain, Kamrussamad menilai pencapaian target pertumbuhan 8 persen membutuhkan pembenahan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Salah satunya melalui penguatan koordinasi lintas sektor antara kementerian koordinator dan kementerian teknis.

Koordinasi yang lebih solid dinilai penting agar berbagai program prioritas pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak terhadap perekonomian.

Selain koordinasi, komunikasi pemerintah juga perlu diperkuat. Menurut Kamrussamad, komunikasi yang baik diperlukan untuk menekan ketidakpastian yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan masyarakat.

"Yang berikutnya yang perlu diperbaiki itu adalah komunikasi pemerintah. Harus terus ditingkatkan supaya uncertainty (ketidakpastian) di pasar dan di masyarakat bisa kita kurangi," tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja dan menjaga keberlangsungan dunia usaha.

"Jadi tiga komitmen ini harus berjalan secara seimbang dan selaras. Inilah harapan kita semuanya," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya