Berita

Ketua Umum DPP PA GMNI Prof. Arief Hidayat. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PA GMNI:

Arsip Autentik Pidato 1 Juni Perkuat Sejarah Hari Lahir Pancasila

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 03:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) menyambut temuan dokumen autentik pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945. Temuan tersebut dinilai semakin memperkuat sejarah lahirnya Pancasila.

Ketua Umum DPP PA GMNI Prof. Arief Hidayat mengatakan, dokumen negara jilid kedua yang memuat draf pembahasan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) telah ditemukan dan dipublikasikan kepada masyarakat.

Menurutnya, dokumen tersebut memuat halaman pertama dan halaman terakhir naskah asli pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang sebelumnya dinyatakan hilang.


"Syukur alhamdulillah pada detik-detik terakhir, akhirnya dokumen halaman pertama dan halaman 29 ditemukan, sehingga menambah keyakinan kita bersama yang tergabung dalam murid ideologi Bung Karno," kata Arief dalam acara di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.

Arief menegaskan, temuan tersebut semakin memperkuat bahwa pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 merupakan jawaban atas pertanyaan Ketua BPUPK Radjiman Wedyodiningrat mengenai dasar negara Indonesia merdeka.

"Sehingga saling carut-marut mengenai sebenarnya lahirnya Pancasila kapan itu pun sudah terjawab," kata Arief.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga mengingatkan agar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan bangsa.

Menurut Arief, setelah 81 tahun merdeka, cita-cita menghadirkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera masih belum sepenuhnya terwujud.

Ia juga menyoroti praktik demokrasi Indonesia yang dinilai terlalu berfokus pada demokrasi politik dan elektoral lima tahunan, sementara demokrasi ekonomi sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945 belum mendapat perhatian yang seimbang.

"Padahal the founding fathers memilihkan tidak sekadar demokrasi politik, melainkan diamanatkan juga adanya demokrasi ekonomi sebagaimana yang tercantum pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar '45," kata Arief.

Arief juga mengajak penyelenggara negara melakukan mawas diri dan mengembalikan arah pembangunan sesuai cita-cita kemerdekaan.

“Kita meniru negara-negara yang menganut individualis, liberalis, kapitalis, yang melahirkan imperialisme dan kolonialisme, sehingga menjauh dari cita-cita demokrasi ekonomi," kata Arief.

"Apalagi demokrasi politik, demokrasi ekonomi yang berketuhanan dan berkebudayaan, itu sangat menjauh,” sambungnya.

Pesan tersebut kemudian dituangkan dalam pernyataan kebangsaan bertajuk "Ambeg Paramarta" yang dibacakan Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI Abdy Yuhana.

Pernyataan itu turut dihadiri jajaran pengurus PA GMNI serta sejumlah sesepuh nasionalis, di antaranya Theo L. Sambuaga dan Prof. Ganjar Razuni.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya