Berita

Ilustrasi (AI)

Bisnis

Rebalancing MSCI Jadi Risiko Baru IHSG, Investor Waspadai Outflow

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Hasil rebalancing MSCI Agustus 2026 berpotensi meningkatkan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama saat perubahan komposisi indeks mulai berlaku. Kondisi tersebut perlu diwaspadai investor karena dapat memicu penyesuaian portofolio pada saham-saham yang terdampak.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah potensi arus dana keluar atau outflow dari saham-saham yang mengalami perubahan status dalam indeks MSCI. Arus dana tersebut berpotensi meningkatkan tekanan jual dan memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan investor perlu mencermati potensi peningkatan volatilitas IHSG setelah MSCI merilis hasil peninjauan indeks, khususnya menjelang dan saat rebalancing mulai efektif.


"Untuk pergerakan IHSG sendiri pasca rilis pengumuman MSCI kami perkirakan akan berpengaruh pada volatilitas IHSG terutama pada hari efektif pelaksanaan rebalancing, terutama terhadap emiten-emiten yang terdampak," kata Herditya kepada RMOL, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, arus dana keluar dari saham-saham yang terdampak dapat memengaruhi pergerakan IHSG ke depan. Dari sisi teknikal, indeks juga masih memiliki potensi untuk mengalami koreksi.

"Secara historikal demikian, kalau dari sisi teknikalnya kami mencermati masih adanya potensi koreksi dari IHSG," ujarnya.

Karena itu, investor dinilai perlu mencermati potensi tekanan jual yang dapat meluas akibat arus dana keluar sebagai dampak perubahan komposisi indeks.

"Kalau melihat dari sisi rebalancing mungkin investor perlu memperhatikan akan adanya potensi tekanan jual yang meluas akibat faktor outflow," tegasnya.

Dalam August 2026 Index Review, Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak memasukkan satu pun emiten domestik ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari indeks tersebut, sementara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan ke MSCI Global Small Cap Index.

Perubahan komposisi tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 dan mulai efektif pada 1 September 2026. Rebalancing berpotensi mendorong penyesuaian portofolio oleh produk investasi pasif (passive funds) yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan.

Selain perubahan pada kelompok Global Standard, MSCI juga mengurangi jumlah saham Indonesia dalam Global Small Cap Index. Sebanyak sembilan emiten dikeluarkan dari indeks tersebut, sedangkan CPIN menjadi satu-satunya saham yang masuk sebagai hasil perpindahan dari kelompok Global Standard.

GOTO menjadi salah satu saham yang mendapat perhatian dalam rebalancing kali ini. MSCI menyatakan penghapusan GOTO berkaitan dengan aspek likuiditas dan index replicability, yakni kemampuan manajer investasi yang mengikuti indeks MSCI untuk mereplikasi komposisi indeks melalui transaksi saham di pasar.

Sejak 13 Mei 2026, saham GOTO diperdagangkan pada harga minimum Rp50. Menurut MSCI, kondisi tersebut membuat proses replikasi indeks menjadi kurang optimal karena keterbatasan transaksi pada harga yang mencerminkan kondisi pasar.

Namun, GOTO menyebut keputusan tersebut bersifat teknis. Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan posisi harga saham GOTO yang berada di batas bawah atau floor price Rp50, serta rendahnya volume perdagangan, menjadi faktor dalam keputusan MSCI.

"Keputusan tersebut bersifat teknis. Hal ini disebabkan oleh posisi harga saham kami yang berada di batas bawah (floor price) Rp50 dengan volume perdagangan yang rendah; keputusan ini bukan merupakan akibat dari kinerja bisnis," kata Audrey dalam keterangannya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya