Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Penyaluran KUR BRI hingga Akhir Juni 2026 Capai Rp103,81 Triliun

Dukung Agenda Pemberdayaan Ekonomi Danantara
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 14:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebagai upaya untuk mendukung pemberdayaan UMKM menjadi penggerak perekonomian nasional, penyediaan akses pembiayaan yang inklusif terus menjadi komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). 

BRI terus memperkuat peran tersebut melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dimana hingga akhir Juni 2026, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur di berbagai wilayah Indonesia. 

Adapun, penyaluran KUR tersebut didominasi sektor-sektor produktif yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar atau setara 42,68% dari total penyaluran, diikuti sektor perdagangan dengan porsi mencapai 32,34%. 


Secara keseluruhan, serapan KUR BRI terus menyasar sektor yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat luas.

Tingginya penyerapan modal ini tidak hanya mendorong keberlanjutan usaha, tetapi juga menjadi motor penggerak utama dalam mengantarkan para pelaku UMKM untuk naik kelas menjadi entitas bisnis yang lebih sehat secara finansial, berkelanjutan, dan memiliki kapasitas skala usaha yang lebih besar.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa KUR merupakan instrumen strategis BRI dalam menjalankan misi daya saing UMKM. 

Menurutnya, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI terus mengarahkan penyaluran ke sektor produktif seperti KUR yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat ketahanan pangan, mendorong kewirausahaan, serta memperluas pemerataan ekonomi tiap daerah melalui serangkaian pemberdayaan pelaku usaha. 

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput," kata Akhmad dalam keterangan tertulis, Kamis 13 Agustus 2026.

Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, kata Akhmad, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional. 

"Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

Keberhasilan BRI sebagai bagian dari Danantara dalam mendorong UMKM naik kelas juga tercermin dari capaian graduasi debitur KUR. Graduasi merupakan indikator bahwa pelaku usaha yang sebelumnya memanfaatkan pembiayaan KUR telah berkembang dan memiliki kapasitas untuk mengakses pembiayaan komersial. 

Hingga Juni 2026, sebanyak 487 ribu debitur KUR telah berhasil mengalami graduasi, atau setara dengan 50,71% dari target graduasi BRI tahun 2026 sebanyak 962 ribu debitur. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa KUR yang disalurkan BRI tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga mendorong peningkatan skala usaha secara berkelanjutan.

Selain itu, BRI juga konsisten terus memperkuat ekosistem penyediaan hunian melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) alias KUR Perumahan. 

Hingga Juni 2026, realisasi KPP BRI tercatat sebesar Rp10,7 triliun atau mencapai 89% dari total target penyaluran KPP BRI sebesar Rp12 triliun. Di mana, penyaluran ini mencakup pembiayaan kepada pelaku usaha pada sisi penyediaan hunian serta pembiayaan bagi masyarakat dari sisi permintaan. 

Hal tersebut pun diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor perumahan sekaligus menciptakan efek berganda bagi aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Dalam implementasinya, Akhmad menyatakan bahwa BRI terus menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan aspek transparansi dan akuntabilitas. 

Hal ini penting mengingat KUR sepenuhnya bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kredit harus tetap terjaga.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya